Peristiwa Orang Tenggelam
Tenggelam di Sungai, Seorang Pelajar di Kalitidu Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia
Minggu, 16 Agustus 2020 20:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Seorang pelajar sebuah pondok pesantren yang ada di Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro bernama Ahmad Abid Murtadho bin Mashruhin (13), warga Desa Mojosari RT 008 RW 002 Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (16/08/2020) sekira pukul 17.00 WIB, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Tidu, yang lokasinya berada di belakang pondok pesantren tempat korban mondok tersebut.
Sebelum ditemukan meninggal, korban bersama teman-temannya sedang mandi di sungai yang berada di belakang pondok tersebut, dan setelah selesai mandi korban bersama teman-temannya hendak kembali ke pondok, namun saat itu korban terpeleset dan tercebur ke sungai lalu tenggelam.
Oleh teman-temannya, dikira korban sedang bercanda, namun tidak lama kemudian teman-teman korban menyadari bahwa korban benar-benar tenggelam, sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada pengurus pondok, dan setelah dilakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Petugas saat lakukan meminta keterangan kejadian tenggelamnya Ahmad Abid Murtadho Bin Mashruhin (13) warga Desa Mojosari Kecamatan Kalitidu Bojonegoro. Minggu (16/08/2020)
Kapolsek Kalitidu, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Harjo SH, dikonfirmasi awak media ini menuturkan, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula, pada Minggu (16/08/2020) sekira pukul 14.00 WIB, korban bersama teman temannya berangkat mandi di Sungai Tidu, yang lokasinya berada di belakang pondok pesantren tempat korban mondok, di Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.
Kemudian selang 30 menit berikutnya, korban bersama teman-temannya hendak kembali ke pondok namun ketika hendak naik dari tebing sungai, korban terpeleset dan tercebur ke sungai kemudian tenggelam.
"Saat itu teman-temannya mengira korban hanya bercanda sehingga teman temannya kembali ke pondok," kata Kapolsek, AKP Harjo SH.
Tidak lama kemudian, atau sekitar 30 menit berikutnya, teman-teman korban berusaha mencari korban di sekitar pondok, namun korban tidak ditemukan sehingga teman-teman korban menduga bahwa korban benar benar tenggelam di sungai, sehingga kejadian tersebut dilaporkan pada pengurus pondok pesantren.
Mendapati laporan tersebut, pengurus pondok bersama-teman-teman korban segera melakukan pencarian di sungai, atau di tempat di mana korban diketahui tenggelam.
"Sekira pukul 17.00 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Kapolsek kalitidu, AKP Harjo SH. (red/imm)