Diduga Korsleting Listrik, 2 Rumah Warga Ngasem Bojonegoro Terbakar, Kerugian Rp 220 Juta
Kamis, 20 Agustus 2020 12:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Peristiwa kebakaran kembali terjadi pada Kamis (20/08/2020) sekira pukul 06.30 WIB, menghanguskan 2 unit bangunan rumah masing-masing milik Marijan (68) dan Rubiatun (63), keduanya warga Desa Japet RT 017 RW 004 Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.
Dugaan sementara, penyebab kebakaran atau sumber api berasal dari korsleting arus listrik dari dalam rumah korban Marijan, yang kemudian kobaran apinya membesar dan merembet ke rumah milik Rubiatun, sehingga kedua rumah tersebut ludes terbakar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp 220 juta, dengan rincian korban Marijan ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 205 juta dan korban Rubiatun ditaksir menderita kerugian sebesar Rp 15 juta.
Petugas saat lakukan identifikasi dan olah TKP peristiwa kebakaran rumah di Desa Japet Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Kamis (20/08/2020)
Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Ngasem, Ajun Kimisaris Polisi (AKP) Agus El Fauzi SSos, bahwa kronologi kebakaran tersebut bermula pada Kamis (20-08-2020) sekira pukul 06.30 WIB, korban Marijan bersama dengan istrinya baru saja datang dari berbelanja di pasar.
Setelah masuk ke dalam rumah untuk meletakkan barang belanjaan, korban terkejut karena melihat dinding bagian atas rumahnya terlihat asap hitam mengepul dan ada kobaran api di tengahnya.
"Korban berupaya mengambil air untuk memadamkan api. Karena api semakin membesar dan menjalar ke bagian rumah yang lain, korban langsung keluar dari rumah dan berteriak meminta tolong pada para tetanggannya," kata kapolsek.
Para tetangga yang melihat kejadian tersebut segera berupaya membatu memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api yang semakin membesar mulai menjalar ke bagian samping rumah korban dan membakar rumah milik tetangganya yang bernama Rubiatun.
Tidak lama kemudian, datang 3 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) di lokasi dan langsung berupaya memadamkan api. "Setelah dilakukan penadaman, akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan, namun kedua rumah milik korban ludes terbakar," kata Kapolsek.
Dari hasil identifikasi dan keterangan para saksi, bangunan rumah yang terbakar tersebut untuk milik Marijan berukuran panjang 20 meter dan lebar 12 meter. Tiang, dinding dan rangka atap terbuat dari kayu jati. Selain bangunan rumah, barang berharga milik korban yang terbakar antara lain: gabah 20 sak, perhiasan gelang dan kalung 10 gram, 6 buah sertifikat tanah, 2 buah BPKB sepeda motor.
"Korban Marijan ditaksir menderita kerugian material sebesar 205 juta rupiah," kata Kapolsek.
Sementara, untuk rumah milik Rubiatun berukuran panjang 10 meter dan lebar 4 meter, dengan rangka rumah dari kayu jati dan dinding dari esbes. Korban Marijan ditaksir menderita kerugian material sebesar Rp 15 juta.
"Tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara penyebab kebakaran dari konsleting listrik di dinding kamar rumah milik korban Marijan." kata Kapolsek.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, Sukirno SSos, menjelaskan bahwa Dinas Pemadam kebakaran Pos Bojonegoro Kota menerima laporan pada pukul 07.15 WIB.
Selanjutnya pihaknya mengirimkan 4 unit armada, terdiri 3 unit mobil pemadam dan 1 unit mobil water supplay, yaitu 1 unit mobil pemadam (fire truck) dan 1 unit water suplay dari Pos Bojonegoro Kota dan 2 unit mobil pemadam (fire truck) dari Pos Padangan beserta 13 personel serta di bantu 1 unit mobil water supplay dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro berikut 4 personel.
"Kebakaran dapat di padamkan pada pukul 10.00 WIB. Kendala yang dihadapi petugas, jalan menuju lokasi kejadian bergelombang," kata Sukirno SSos.
Menyikapi masih seringnya terjadi peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan jelang musim kemarau tahun ini, Sukirno mengimbau kepada warga masyarakat, agar lebih berhati-hati dan tetap waspada terhadap potensi timbulnya musibah kebakaran.
Selanjutnya disampaikan kepada masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, jika sewaktu-waktu terjadi peristiwa kebakaran, segera hubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro terdekat, pada nomor telepon berikut ini.
Pos Bojonegoro Kota, Telp: 082330668443; Pos Baureno, Telp: 08113471446; Pos Temayang, Telp: 08113471447; Pos Padangan, Telp: 08113471448; Pos Kedungadem, Telp: 08113487037; Pos Sekar, Telp: 08113487038 dan Pos Ngambon, Telp: 08113487039.
“Jika terjadi kebakaran, selain menghubunngi nomor tersebut diatas, masyarakat dapat juga menghubungi Call Center pada nomor 113 atau pada nomor 0353 883006,” kata Kabid Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, Sukirno SSos. (red/imm)