Polres Bojonegoro Gelar Simulasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru Perguruan Silat
Jumat, 21 Agustus 2020 16:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro pada Jumat (21/08/2020), menggelar simulasi pengamanan pengesahan warga baru perguruan silat di Bojonegoro, menggunakan alat peraga Tactical Floor Game (TFG).
Kegiatan yang digelar di halaman Mapolres Bojonegoro tersebut untuk memastikan kesiapan para anggota Polres Bojonegoro yang terlibat dalam pengamanan kegiatan pengesahan warga baru perguruan silat, yang dilaksanakan setiap tahun tersebut.
Kegiatan simulasi TFG tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan SIK MH, didampingi Wakapolres Bojonegoro, Kompol Rendy Surya Aditama SH SIK MH dan diikuti oleh para pejabat utama Polres Bojonegoro, para Kapolsek jajaran serta para perwira pengendali pengamanan.
Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan SIK MH, saat pimping simulasi pengamanan pengesahan warga baru perguruan silat di Bojonegoro, menggunakan alat peraga Tactical Floor Game (TFG). Jumat (21/08/2020)
Kapolres Bojonegoro dalam arahannya kepada peserta TFG menjelaskan bahwa dalam pengamanan pengesahan warga baru perguruan silat tersebut, Polres Bojonegoro melibatkan 628 personel dan dibantu angota dari TNI, Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim di Bojonegoro.
"Dalam pengamanan nanti Polres Bojonegoro dengan di-backup dari TNI dan Brimob akan melaksanakan pengamanan pengesahan warga baru perguruan silat dengan semaksimal mungkin." kata Kapolres AKBP M Budi Hendrawan.
Kapolres menjelaskan bahwa simulasi TFG tersebut merupakan strategi untuk mematangkan rencana pengamanan pengesahan warga baru salah satu perguruan silat di Bojonegoro, yang akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 23,24 dan 26 Agustus 2020, di tiga tempat yaitu GOR Dabonsia Ngumpakdalem kecamatan Dander, di Gedung Islamic Center, dan di Sekretariat Perguruan Silat di Jalan Kolonel Sugiono Bojonegoro.
"Kegiatan TFG ini untuk mengetahui cara bertindak pada saat pengamanan nanti sehingga para anggota yang terlibat dalam pengamanan dapat memahami tugas pokok, fungsi, dan peran masing-masing." kata Kapolres.
Kapolres menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut pihaknya telah meyiapkan 28 titik sekat yang tersebar di seluruh Kabupaten Bojonegoro.
"Kita sudah koordinasi dan sepakat dengan pihak panitia pengesahan warga baru perguruan silat tersebut bahwa dalam kegiatan tersebut nantinya wajib menggunakan kendaraan bak tertutup dengan tertib saat di perjalanan, baik berangkat maupun pulangnya." kata Kapolres.
Masih menurut Kapolres bahwa pihaknya juga telah menyampaikan imbuan kepada ketua ranting perguruan silat untuk disampaikan kepada para anggotanya yang tidak ikut pengesahan, agar nantinya tidak ikut atau datang di tempat pengesahan, sehingga dalam pengesahan nanti berjalan lancar, aman dan kondusif.
“Sudah kita sampaikan kepada ketua ranting untuk mengimbau anggotanya agar tidak datang ke tempat pengesahan. Kita imbau juga kepada calon warga baru yang akan disahkan untuk menjaga ketertiban dan tidak melakukan hal yang dapat mengganggu kamtibmas dan mengarah ke perbuatan kriminal,” kata AKBP M Budi Hendrawan.
Di akhir arahan Kapolres berpesan kepada seluruh anggota yang terlibat dalam pengamanan agar nantinya tetap memperhatikan keamanan pribadi, dan menjaga kesehatan.
"Karena dalam pengamanan selama tiga hari membutuhkan stamina yang prima dan apabila ada informasi yang menonjol segera dilaporkan secara berjenjang untuk segera ditindaklanjuti." kata Kapolres.
Setelah arahan dari Kapolres Bojonegoro dilanjutkan dengan penyampaian materi TFG oleh Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Eko Dhani Rinawan SH. (red/imm)