Face Shield Produksi Perempuan Disabilitas Blora Mulai Dibanjiri Pesanan
Minggu, 23 Agustus 2020 12:00 WIBOleh Priyo SPd Editor Imam Nurcahyo
Blora - Pandemi Covid-19 memaksa seseorang untuk terus berkreasi agar mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Tak terkecuali yang dilakukan Perempuan Disabilitas (Perdifa) di Kabupaten Blora, yang membuat alat pelindung diri (APD) pelindung wajah atau face shield.
Usaha yang baru dirintis para penyandang difabel di Blora sejak satu bulan tersebut mulai menuai berkah dan kebanjiran oder atau pesanan. Tak tanggung-tanggung, mereka telah menerima pesanan perdana sebanyak 1.700 face shield.
Ketua Perdifa Blora, Siti Muntarin, kepada awak media ini Minggu (23/08/2020) menuturkan bahwa saat ini pihaknya sedang mengerjakan pesanan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
"Iya mas, ini baru ngerjakan pesanan dari dari dinas sosial provinsi. Mereka pesan sebanyak 1.700 face shield dengan rincian 1.000 untuk dewasa dan 700 untuk anak-anak," kata Siti Muntarin.
Anggota Perempuan Disabilitas (Perdifa) Kabupaten Blora saat membuat alat pelindung diri (APD) pelindung wajah atau face shield. Minggu (23/08/2020)
Menurut Ririn, panggilan Siti Muntarin, face shield tersebut dibuat oleh sebanyak 10 orang. Mereka yang terlibat seluruhnya merupakan penyandang disabilitas.
"Ada yang tuna rungu, tuna grahita, kita rangkul semua. Ini bentuk pemberdayaan terhadap perempuan-perempuan difabel Blora," tutur Ririn.
Ririn mengaku, dengan 10 orang pekerja tersebut dalam sehari mampu membuat sebanyak 100 sampai 150 face shield. Sementara, face shield buatan Perdifa Blora cukup simpel. Semua bahan yang digunakan layaknya bahan face shield yang ada di pasaran.
"Kalau bahannya standard mas. Ada mika, busa, sticker dan elastis. Sudah seperti umumnya face shield, jadi mudah untuk dikerjakan," ujar perempuan penderita polio itu.
Untuk satu face shield menurut Ririn, dijual dengan harga Rp 5 ribu, hasil penjualan itu nantinya akan dibagi rata kepada seluruh anggota Perdifa yang terlibat.
"Untuk satunya kita jual 5 ribu. Itu berlaku semua untuk perseorangan maupun instansi. Hasil dari penjualan ini nanti kita bagi kepada perempuan -perempuan difabel sebagai tambahan penghasilan mereka selama berada di rumah," kata Siti Muntarin. (teg/imm)