Peristiwa Orang Tenggelam
Terpeleset Lalu Tenggelam di Bengawan Solo, Warga Trucuk Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia
Minggu, 08 November 2020 15:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Seorang kakek bernama Katrup (84), warga Desa Banjarsari RT 035 RW 006 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (08/11/2020) sekira pukul 11.00 WIB, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut Desa Sranak Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
Sebelum ditemukan meninggal, korban hendak mandi di Sungai Bengawan Solo, namun diduga tanah di pinggir sungai tersebut licin sehingga korban terpeleset lalu jatuh ke aliran Sungai Bengawan Solo.
Dimungkinkan korban tidak bisa berenang sehingga tenggelam. Saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian berupaya menolong korban, namun korban ternyata telah meninggal dunia akibat tenggelam.
Petugas saat mengidentifikasi mayat Katrup (84), warga Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Bojonegoro, yang ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Bengawan Solo. Minggu (08/11/2020)
Kapolsek Trucuk, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sugimat SAg, dikonfirmasi awak media ini menuturkan, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula, pada Minggu (07/11/2020) sekira pukul 11.00 WIB, Saksi Sumardi (50) dan Sumari (46) yang pada waktu itu bekerja sebagai penambang perahu penyeberangan dari Desa Sranak Kecamatan Truduk menuju Kelurahan Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kota, mengetahui korban sedang melepas baju unntuk mandi di Sungai Bengawan Solo.
"Diduga tanah di pinggir sungai tersebut licin, sehingga korban terpeleset, kemudian terjatuh ke aliran Sungai. Dimungkinkan korban tidak bisa berenang sehingga tenggelam," kata Kapolsek Trucuk, AKP Sugimat.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi Sumardi dan Sumari segera menghampiri korban, namun korban diketahui telah dunia, mengapung di sungai Bengawan Solo, sehingga oleh kedua saksi, mayat tersebut dipinggirkan.
"Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Trucuk." kata Kapolsek.
Kapolsek menyampaikan bahwa mayat korban tersebut selanjutnya dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bojonegoro.
"Setelh berhasil dievakuasi, selanjutnya mayat korban dibawa petugas ke Puskesmas Trucuk, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan medis yang dilaksanakan oleh petugas Puskesmas Trucuk, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Penyebab kematian korban murni karena tenggelam
"Kesimpulan korban diduga terpeleset lalu terjatuh di bantaran Bengawan Solo sehingga tenggelam karena korban tidak bisa berenang," kata Kapolsek.
Atas terjadinya peristiwa tersebut keluarga korban tidak berkenan untuk dilakukan otopsi, dengan dikuatkan membuat surat pernyataan.
"Jenazah korban sudah diterima oleh keluarga dan akan dimakamkan di pemakaman Desa Banjarsari." kata Kapolsek Trucuk, AKP Sugimat SAg. (red/imm)