Peristiwa Angin Kencang
Diterjang Angin Kencang, Sejumlah Rumah dan Bangunan di Kanor Bojonegoro, Rusak
Senin, 09 November 2020 22:00 WIBOleh Dan Kuswan SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Akibat hujan yang disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro pada Senin (09/11/2020) sore tadi, mengakibatkan satu rumah warga dan satu kandang ayam roboh, satu rumah rusak berat dan 1 rumah rusak ringan.
Selain itu, bangunan tempat parkir kantor Kecamatan kanor juga rusak. Sementara sebuah pohon roboh dan menimpa bangunan ruang rawat inap Puskesmas Kanor, sehingga atap dan plafonnya mengalami kerusakan.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp 67,5 juta.
#adsense#
Informasi yang diterima awak media ini dari Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nidif Ulfia SSos, bahwa akibat hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kecamatan Kanor dan sekitarnya, pada Senin (09/11/2020) sekira pukul 16.00 WIB sore tadi, mengakibatkan sejumlah bangunan roboh dan rusak.
Menurut Nadif Ulfia, berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD Bojonegoro, data kerusakan sementara akibat hujan deras yang disertai angin kencang tersebut meliputi, rumah milik Yatemi (60) di Desa Prigi, atapnya roboh; Rumah milik Warisah (70), di Desa Kanor, roboh akibat, diduga sudah lapuk yang terkena angin kencang; Kandang ayam potong milik Dwi Anggoro (29) roboh, dan ayam siap panen sebanyak 3 ribu ekor, yang mati 500 ekor; Warung milik Jumali (35) dan Kadin (55), rusak Ringan.
"Atap tempat parkir Kantor Kecamatan Kanor dan ruang perawatan anak di Puskesmas Kanor atap dan plafon rusak tertimpa pohon tumbang," tutur Nadif Ulfia.
Petugas saat lakukan pendataan dampak bencana angin kencang di wilayah Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Senin (09/11/2020)
Nadif Ulfia mengungkapkan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya segera mendatangi lokasi kejadian guna melaksanakan assesment atau pendataan.
Sementara, untuk kerugian material korban Yatemi, ditaksir menderita kerugian material sebesar Rp 3 juta; Korban Warisah, ditaksir menderita kerugian material sebesar Rp 12 juta; Korban Dwi Anggoro, ditaksir menderita kerugian material sebesar Rp 50 juta; Korban Jumali, ditaksir menderita kerugian material sebesar Rp 1,5 juta; Korban Kadin, ditaksir menderita kerugian material sebesar Rp 1 juta rupiah.
"Korban jiwa nihil. Total kerugian material ditaksir mencapai 67,5 juta rupiah," kata Nadif Ulfia.
Masih menurut Nadif Ulfia bahwa BPBD Bojonegoro masih melakukan pendataan dan berkoordinasi sambil berkoordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan aparat setempat.
Sementara, kendala yang dihadapi petugas saat ini karena kondisi listrik di wilayah tersebut padam. Selain itu, jalan menuju ke lokasi kejadian sulit dilalui, karena ada perbaikan jembatan di desa Simbatan.
"Petugas juga telah melakukan evakuasi atau pemotongan pohon yang tumbang. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut," kata Nadif Ulfia SSos. (red/imm)