Peristiwa Orang Meninggal Mendadak
Diduga Serangan Jantung, Petani di Ngasem Bojonegoro Meninggal Dunia di Hutan
Rabu, 16 Desember 2020 21:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Seorang laki-laki bernama Paimun (62), warga Dusun Klumpang Desa Sendangharjo RT 002 RW 020 Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (16/12/2020) sekira pukul 13.00 WIB, meninggal dunia saat sedang bekerja di tegalan atau persil di hutan Perhutani Petak 54 RPH Soko BKPH Tengger turut Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.
Menurut keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat sakit jantung, diabetes, dan darah tinggi. Diduga penyebab kematian korban karena penyakit jantung yang diderita korban kambuh secara mendadak dan tidak ada yang menolong, sehingga korban meninggal dunia.
Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Ngasem, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus El Fauzi SSos, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Rabu (16/12/2020) sekira pukul 10.30 WIB, korban pergi ke persilan di hutan yang berada di pinggir desa setempat dengan maksud untuk memupuk tanaman padi miliknya.
Sekira pukul 13.00 WIB, saksi Giharno yang merupakan teman korban yang juga ikut mengerjakan persilan di kawasan tersebut mengetahui bahwa korban sudah dalam posisi tergeletak di sawah persilan yang ia kerjakan.
"Mengetahui hal tersebut saksi segera meminta tolong ke pada petugas perhutani. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Kapolsek.
Petugas saat lakukan identifikasi mayat Paimun (62), warga Dusun Klumpang Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, Rabu (16/12/2020)
Setelah menerima laporan, Kapolsek bersama anggota dan aparat setempat serta petugas medis dari Puskesmas Ngasem segera mendatangi rumah korban, untuk mengidentifikasi korban.
Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, panjang mayat 170 sentimeter, badan gemuk, kulit sawo matang, rambut pendek hitam beruban, korban mengenakan pakaian kaos lengan panjang warna coklat dan memakai celana panjang warna biru.
Sementara, menurut keterangan keluarganya, korban mempunyai riwayat sakit jantung, diabet, dan darah tinggi. Sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan oleh petugas medis, tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.
"Diduga penyebab kematian korban karena penyakit jantung yang diderita korban kabuh secara mendadak sehingga korban meninggal dunia," kata Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek, bahwa pihak kekuarga korban tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi, dan menerima kalau kematian korban karena sakit lambung dan jantung.
"Kemudian jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Kapolsek Ngqasem, Agus El Fauzi SSos. (red/imm)