Peristiwa Rumah Roboh
Dapur Milik Warga Ngasem Bojonegoro Roboh, Kerugian Ditaksir Rp 10 Juta
Sabtu, 19 Desember 2020 14:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Bangunan rumah yang difungsikan sebagai dapur milik Eko Pornomo (43), warga Dusun Tunjung Desa Bareng RT 001 RW 001 Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, Jumat (18/12/2019) sekira pukul 17.30 WIB, roboh.
Diduga, penyebab robohnya rumah tersebut akibat pondasi bangunan rumah yang kurang kokoh sehingga tidak kuat menahan beban dinding dan atap rumah tersebut, hinggga akhirnya runtuh atau roboh.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut, sementara total kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Kapolsek Ngasem, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Elfauzi SSos, saat dikonfirmasi awak media ini pada Sabtu (19/12/2020) membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya salah satu rumah warga di Dusun Tunjung Desa Bareng Kecamatan Ngasem yang mengalami roboh.
Adapun kronologi kejadian tersebut bermula pada Jumat (18/12/2020) siang hingga sore, di wilayah
tersebut terjadi hujan deras.
Selanjutnya sekira pukul 17.30 WIB, pemilik rumah atau korban yang sedang berada di dalam rumah bagian depan mendengar suara gemeretak dan tiba-tiba atap rumah bagian belakang (dapur) runtuh atau roboh.
"Saat kejadian, korban berada di rumah bagian depan. Selanjutnya beberapa tetangga datang untuk membantu membereskan sisa-sisa runtuhan rumah." kata Kapolsek.
Petugas saat lakukan Olah TKP, kejadian rumah roboh di Dusun Tunjung Desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. (foto: istimewa)
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), rumah yang roboh tersebut berukuran panjang 6 meter dan lebar 4 meter. Tiang dan kerangka rumah terbuat dari kayu, atap terbuat dari genting. Dinding dari kayu dan setengah badan dari batu bata merah yang di pasang miring.
"Dari olah TKP diketahui penyebab robonya rumah tersebut diduga pondasi rumah yang tidak kokoh dan dinding batu-bata yang dipasang dengan posisi miring tidak kuat menahan beban atap rumah sehingga patah dan menyebabkan bagian atap dan dinding rumah roboh." kata AKP Agus Elfauzi.
Akibat kejadian tersebut, korban ditaksir menderita kerugian material sebesar Rp 10 juta. "Korban jiwa nihil. Korban ditaksiir menderita kerugian material sebesar 10 juta rupiah." kata AKP Agus Elfauzi. (red/imm)