Pedagang Kaki Lima Hengkang dari Terminal Rajekwesi
Jumat, 04 Desember 2015 09:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Para pedagang kaki lima (PKL) yang dulu berjualan makanan dan minuman di kawasan Alun – Alun Bojonegoro direlokasi ke kawasan Terminal Rajekwesi di Jalan Veteran sejak 01 Oktober 2015. Namun, para PKL yang ditempatkan di terminal ini tidak bertahan lama. Saat ini tak satu pun pedagang kaki lima yang bertahan di kawasan terminal itu.
Menurut Yati, pedagang kaki lima asal Kauman, menuturkan, semula ia mau pindah dari kawasan Alun-Alun Bojonegoro ke kawasan terminal. Namun, kata dia, di kawasan terminal pengunjung dan pembelinya sangat sepi. Akibatnya, ia dan pedagang lainnya memilih hengkang dari kawasan terminal itu.
“Sepi sekali pembeli di kawasan terminal itu. Daripada terus merugi, kami memilih meninggalkan kawasan terminal,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Jumat (04/12).
Yati menuturkan, tempat atau lapak berjualan yang disediakan oleh Dinas Perhubungan di sekitar kawasan terminal saat ini sudah tidak terpakai lagi. Lapak itu dibiarkan mangkrak begitu saja.
Sementara itu menurut Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Sentot Sugeng Waluyo, mengatakan, memang saat ini para pedagang kaki lima yang direlokasi dari Alun-Alun Bojonegoro ke kawasan terminal tampak sudah tidak ada lagi.
“Mungkin karena pendapatan dan pengunjung sepi sehingga mereka tidak berjualan di terminal lagi,” ujarnya.
Menurutnya, pihak Dishub sudah membantu menyediakan tempat bagi pedagang eks alun-alun. Kalau pun mereka kemudian tidak melanjutkan berdagang di kawasan terminal itu merupakan pilihan dari para pedagang itu sendiri. (mol/kik)
Ilustrasi www.kitadankota.wordpress.com































.md.jpg)






