Warga Hadiri Kenduri Pendirian Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro
Senin, 07 Desember 2015 10:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Purwosari – Sekitar 40 warga Dusun Korgan, Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, menghadiri acara kenduri pendirian Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro, Minggu (06/12) malam.
Acara kenduri ini dihadiri oleh warga, tokoh masyarakat, dan juga perangkat desa. Selain itu, kenduri juga dihadiri Ketua Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro, Muhammad Roqib, sekretaris yayasan, Nasruli Chusna, dan sejumlah pengurus yayasan.
Menurut Ketua Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro, Muhammad Roqib, yayasan ini sebetulnya merupakan kelanjutan dari komunitas Kampung Sinau yang telah dirintis sejak 03 Desember 2011. Kemudian, komunitas ini berkembang dengan hadirnya komunitas penggerak baca dan karya, Langittobo. Selanjutnya, komunitas ini mendirikan yayasan yang disebut Kampung Ilmu Bojonegoro.
“Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro telah mendapatkan SK Kemenkumham RI sejak 20 November 2015. Sejak pengesahan itu, maka yayasan mulai bisa melakukan kegiatan-kegiatan,” ujar Roqib saat memberi sambutan kenduri pendirian yayasan dihadapan warga.
Ia melanjutkan, yayasan bisa melakukan kegiatan di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Namun, kata dia, Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro fokus pada bidang pendidikan. Kegiatan yang sudah berjalan, kata dia, di antaranya pendidikan taman Al Quran Al Qoriah yang kini mendidik 25 santri. Selain itu, bimbingan belajar Gugusan Bintang.
“Selain itu, yayasan juga menyelenggarakan pendidikan jurnalistik. Saat ini sudah bekerja sama tetap dengan SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Kaur Kesra Desa Purwosari, Abidi, mengaku menyambut baik hadirnya yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro. Ia menilai, kehadiran yayasan bisa memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat sekitar. “Yayasan bisa mendorong terciptanya masyarakat Bojonegoro yang sehat, cerdas, produktif dan bahagia,” ujarnya.
Ia mengatakan, yayasan yang digerakkan oleh anak-anak muda ini harus membuat rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Seperti bayi, kata dia, yayasan yang baru berdiri ini mulai dari merangkak, berdiri, dan kemudian nanti bisa berlari. “Semoga yayasan ini bisa berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu menurut Kiai Musleh, kehadiran yayasan ini dapat memajukan masyarakat, terutama anak-anak di lingkungan desa. Yayasan ini, kata dia, tidak terikat oleh politik maupun golongan sehingga lebih diterima oleh masyarakat.
“Saya berharap yayasan ini didukung penuh oleh masyarakat,” tuturnya.
Setelah menyampaikan pandangannya, Kiai Musleh kemudian memimpin doa. Setelah itu, warga dengan guyub makan bersama. Setelah itu, warga pun pulang sambil membawa berkat. (yud/kik)































.md.jpg)






