Wabup Nurul Azizah Ajak Masyarakat Bojonegoro Beli Telur Hasil Program Gayatri
Selasa, 28 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Suasana pagi di kawasan Alun-Alun Bojonegoro pada Minggu (26/04/2026) lalu terasa berbeda dari biasanya. Di tengah padatnya warga yang sedang menikmati kegiatan Car Free Day (CFD), Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir secara langsung untuk menyapa sekaligus memperkenalkan Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri yang lebih dikenal dengan sebutan Gayatri.
Dalam aksinya tersebut, Nurul Azizah tidak tampil dalam agenda formal, melainkan membaur bersama ibu-ibu penggerak untuk mempromosikan telur hasil produksi lokal. Dengan penuh antusias, ia mengajak pengunjung yang sedang berolahraga untuk beralih mendukung produk asli daerah sebagai upaya memenuhi kebutuhan gizi harian keluarga. Sambil memegang kemasan telur di tangan, ia menjelaskan bahwa produk ini memiliki keunggulan yang sulit ditandingi, mulai dari kesegarannya hingga harga yang jauh lebih kompetitif.
"Bapak, Ibu, ini telurnya masih sangat fresh, harganya terjangkau, dan yang paling penting ini adalah produk lokal kita sendiri, bagian dari program Bapak Bupati. Mari kita dukung dan sukseskan bersama demi kesehatan keluarga kita!" seru Nurul Azizah dengan penuh semangat di hadapan para warga.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menekan angka stunting melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas. Selain soal kesehatan, Program Gayatri dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi para peternak di wilayah Bojonegoro agar masyarakat bisa mendapatkan pangan bergizi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam dibandingkan harga pasar.
Kehadiran orang nomor dua di Bojonegoro itu pun memicu antusiasme tinggi. Banyak pejalan kaki dan pesepeda yang menghentikan aktivitasnya untuk sekadar membeli telur atau berinteraksi langsung. Respons positif dari warga yang memborong stok telur di lokasi menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi yang langsung menyentuh masyarakat terbukti efektif dalam menyosialisasikan program pemerintah.
Kegiatan ditutup dengan kebersamaan para peserta yang yakin bahwa konsumsi produk lokal akan memperkuat ketahanan pangan mulai dari level rumah tangga.(red/toh)




































