News Ticker
  • Dorong Budaya Inovasi, Pemkab Bojonegoro Wajibkan Setiap OPD dan Kecamatan Lahirkan Minimal Satu Inovasi per Tahun
  • "El Último Tango", Sepatu Spesial Adidas untuk Perjalanan Terakhir Messi di Piala Dunia
  • Kejari Bojonegoro Terima Tahap II Kasus Dugaan Peredaran Rokok Ilegal
  • Paripurna DPRD, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
  • Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bojonegoro Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Desa
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Setiap OPD Lahirkan Inovasi Lewat BIA 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 9 Juli 2026
  • Rumah Kosong di Kapas, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai 150 Juta Rupiah
  • Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat
  • Tiga Rumah di Temayang Bojonegoro Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Total Kerugian 520 Juta Rupiah
  • Kolaborasi Lintas Kampus: 208 Mahasiswa KKN IPB, UNS, dan STAI Al-Anwar Siap Akselerasi Pembangunan Desa di Blora
  • Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Program Jatim Puspa Plus dan Desa Berdaya
  • Diduga Akibat Puntung Rokok, Tumpukan Ranting Pohon di Depan SMPN 1 Temayang Hangus Terbakar
  • Gandeng Pakar UNAIR, Pemkab Bojonegoro Gelar Sarasehan Edukasi Protein Hewani
  • 08 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 8 Juli 2026
  • Penyegaran Birokrasi Pemkab Bojonegoro, Bupati Wahono Lantik Lima Kepala OPD Baru dan Rotasi Pejabat Administrator
  • Realisasi Serapan APBD Jatim Capai 94 Persen, Emil Dardak Beri Penjelasan Terkait SILPA
  • Menu Sehat Penurun Berat Badan: Ini 6 Makanan Tinggi Serat yang Cocok Dikonsumsi Saat Diet
  • DPRD Bojonegoro Cecar Dinas PMPTSP di Sidang Banggar, Pelayanan Publik Dinilai Masih Amburadul
  • Pemkab Bojonegoro Cairkan Beasiswa Tahap 1B Senilai Rp10,5 Miliar untuk 2.670 Mahasiswa
  • Jangan Lewatkan Sore Ini: Balen Tantang Ngraho di Final Sepak Bola Porkab II
  • 07 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 7 Juli 2026
Petani Bojonegoro Peringkat Kedua Nasional Serap Pupuk Organik di Tengah Krisis Regenerasi

Petani Bojonegoro Peringkat Kedua Nasional Serap Pupuk Organik di Tengah Krisis Regenerasi

Bojonegoro - Bojonegoro menempati peringkat kedua nasional dalam penyerapan pupuk organik (Petroganik). Fakta tersebut merupakan sebuah indikator bahwa para petani mulai beralih dari ketergantungan bahan kimia menuju pemulihan kualitas tanah. Hal itu terungkap dalam kegiatan Gebyar Petroganik 2026 bertema "Tingkatkan Produktivitas Pertanian Bojonegoro" yang berlangsung pada Selasa (28/04/2026) di Gedung Serbaguna Baresta, Jl. Monginsidi.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengungkapkan bahwa pada tahun ini Bojonegoro mendapatkan alokasi pupuk organik mencapai 13.948 ton. Tingginya angka serapan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pola pikir petani lokal telah bergeser ke arah pertanian berkelanjutan demi menjaga produktivitas jangka panjang.

Nurul menekankan bahwa capaian di level nasional ini adalah bukti nyata perubahan perilaku di tingkat tapak. Menurutnya, penggunaan bahan organik merupakan investasi untuk kesehatan ekosistem pertanian masa depan.

"Pencapaian ini menandakan petani kita sadar akan manfaat pupuk organik. Penggunaan Petroganik bukan hanya soal hasil panen, tapi juga tentang menjaga kesehatan tanah untuk masa depan pertanian kita," ujar Bu Nurul.

Namun, di balik keberhasilan memperbaiki kualitas lahan, sektor pertanian Bojonegoro sedang dibayangi ancaman serius berupa penyusutan jumlah tenaga kerja. Data menunjukkan penurunan jumlah petani dari 366.484 orang pada tahun 2013 menjadi 333.951 orang pada tahun 2023, dan tren ini terus berlanjut hingga tahun 2026 dengan mayoritas petani kini didominasi oleh kelompok usia di atas 60 tahun.

Guna mengatasi krisis regenerasi tersebut, pemerintah daerah mulai menggenjot penggunaan teknologi mekanisasi pertanian untuk membantu para petani usia lanjut. Sementara itu, dari sisi ketersediaan sarana produksi, pihak produsen memastikan alur distribusi tetap aman untuk mendukung masa tanam saat ini.

Perwakilan PT Pupuk Indonesia Wahyu Dimas Adi Prakoso menjamin bahwa stok untuk periode April hingga Mei berada dalam kondisi mencukupi dan tersalurkan tepat sasaran sesuai verifikasi pemerintah daerah.

"Stok pupuk untuk periode April hingga Mei sangat mencukupi. Dari kurang lebih 300 Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), sebanyak 82 persen sudah memiliki stok di atas 1 ton. Jadi, petani tidak perlu khawatir," tegas Wahyu.

Tingginya permintaan pupuk organik di Bojonegoro dalam dua tahun terakhir juga memicu dukungan penuh dari mitra produksi. Perwakilan Mitra Himpunan Produksi Pupuk Organik (HIMPO), Wahyu Aryo, membenarkan bahwa konsistensi petani Bojonegoro dalam menggunakan pupuk organik menjadikannya salah satu daerah dengan serapan tertinggi di tanah air. Kondisi ini diharapkan mampu mengimbangi tantangan berkurangnya jumlah petani melalui peningkatan efisiensi dan kualitas hasil panen yang lebih sehat.(red/toh)

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1783613342.3435 at start, 1783613344.0389 at end, 1.6954290866852 sec elapsed