Dispusip Bojonegoro Gelar Bimtek Kearsipan, Upaya Menuju Standar Nasional
Rabu, 29 April 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Fungsi perpustakaan daerah harus mulai bergeser dari sekadar gudang buku menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berbasis literasi digital. Langkah strategis ini dilakukan melalui standarisasi pengelolaan perpustakaan untuk memastikan akses informasi yang lebih cepat, akurat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Dalam kegiatan penguatan teknis yang berlangsung di Gedung Pemkab Bojonegoro pada Selasa (28/04/2026) kemarin, ditekankan bahwa pengelolaan perpustakaan saat ini harus meninggalkan cara-cara konvensional. Fokus utama diarahkan pada penerapan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) yang mencakup digitalisasi klasifikasi buku hingga pengelolaan koleksi yang sistematis guna mempermudah jangkauan publik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menjelaskan bahwa ketangkasan pengelola dalam beradaptasi dengan teknologi adalah kunci agar perpustakaan tetap eksis. Ia memandang literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan instrumen penting untuk membangun daya saing daerah di kancah global.
"Literasi adalah pondasi. Melalui pengelolaan perpustakaan yang sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP), kita sedang membangun masa depan Bojonegoro yang unggul dan berdaya saing," ujar Erick Firdaus.
Lebih lanjut, upaya transformasi ini menuntut adanya sinkronisasi antara pemerintah daerah dan kebijakan di tingkat desa. Dukungan dari pengambil kebijakan lokal sangat diperlukan agar perpustakaan di tingkat akar rumput memiliki fasilitas dan kompetensi yang memadai untuk melayani masyarakat.
Erick juga menitipkan harapan agar perpustakaan mampu menjadi penyaring informasi di tengah arus digital yang sangat cepat. Dengan inovasi yang berkelanjutan, ruang literasi diharapkan bisa menarik minat generasi muda dan menjadi rujukan utama bagi informasi yang valid.
"Perpustakaan diharapkan terus berinovasi agar tetap relevan bagi generasi muda dan menjadi referensi utama informasi yang valid," harapnya.
Melalui pendampingan teknis yang melibatkan para ahli kearsipan dari tingkat provinsi, diharapkan seluruh pengelola perpustakaan di Bojonegoro memiliki standar kompetensi yang seragam. Penguatan ekosistem literasi ini diproyeksikan dapat melahirkan masyarakat yang lebih kritis dan kreatif dalam menghadapi dinamika perubahan zaman.(red/toh)




































