News Ticker
  • Bulog dan Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Harga Tak Ada Perubahan HET
  • DKPP Bojonegoro Ajak Petani Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau Lebih Kering
  • Kemenag Bojonegoro Ajak Pengurus Masjid Segera Urus Legalitas
  • Update Harga Emas Antam 27 April 2026: Emas Batangan 1 Gram Tembus Rp2,8 Juta
  • Prakiraan cuaca di Bojonegoro untuk hari ini, Senin, 27 April 2026
  • 27 April dalam Sejarah
  • kalender Jawa, tanggal 27 April 2026 jatuh pada hari Senin Wage
  • Bupati Blora Resmikan Gedung Rawat Inap Nusa Indah RSUD dr. Soetojono
  • BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal
  • Kaitan Antara Konsumsi Tempe dan Risiko Asam Urat
  • Khofifah Raih Penghargaan Nasional Pengembangan Desa Berkelanjutan 2026
  • Arief Januwarso Nahkodai ICMI Bojonegoro Periode 2026-2031
  • MWCNU Kapas Gelar Lailatul Ijtima di Desa Bogo, Wadah Konsolidasi Anggota
  • Prakiraan Cuaca 26 April 2026 di Bojonegoro
  • 26 April dalam Sejarah
  • Kalender Jawa Hari Ini, Besok Minggu 26 April 2026, Weton Minggu Pon
  • Ghost in the Cell, Fim Terbaru Joko Anwar Penuh Horror Sadis dan Kritik Sosial
  • Bojonegoro Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Percepatan Tanam Serempak dan Inovasi Spiritual
  • TNI Koramil Sukosewu Santuni Nenek Korban Penipuan Modus Haji di Desa Klepek
  • Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Masifkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini Penyakit
  • Gubernur Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional Berkat Penguatan Koperasi Desa dan Hilirisasi Agro
  • Dinas Kominfo Bojonegoro Dorong Kebijakan Berbasis Data Lewat Literasi Statistik
  • Prakiraan Cuaca 25 April di Bojonegoro
  • 25 April dalam Sejarah
DKPP Bojonegoro Ajak Petani Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau Lebih Kering

DKPP Bojonegoro Ajak Petani Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau Lebih Kering

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro mengingatkan seluruh penyuluh, petani, serta pelaku usaha sektor pertanian untuk meningkatkan kewaspadaan sejak awal. pasalnya potensi musim kemarau tahun ini yang diprediksi lebih kering.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuseriza Anugerah Leksana, saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) persiapan menghadapi musim kemarau di Bakorwil Madiun.

Dalam forum tersebut, terungkap bahwa dampak perubahan iklim global kian dirasakan di sektor pertanian, khususnya di Bojonegoro. Dampaknya tidak hanya pada penurunan hasil produksi, tetapi juga meningkatnya ancaman kekeringan serta serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Pejabat yang akrab disapa Riza itu menegaskan bahwa kenaikan suhu udara menjadi faktor penting yang harus diantisipasi. “Kenaikan suhu, meski tidak terlalu besar, tetap bisa memberikan dampak signifikan terhadap hasil panen,” ujarnya, 

Berdasarkan kajian Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur, peningkatan suhu berpengaruh terhadap percepatan penguapan air di dalam tanah, mempercepat fase pertumbuhan tanaman, hingga menurunkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian.

Situasi ini berpotensi semakin berat apabila terjadi anomali iklim ekstrem yang dapat merusak kondisi lahan serta memperparah kekeringan. Selain itu, ketidakpastian pola curah hujan juga menjadi tantangan besar bagi petani.

Perubahan waktu datangnya musim hujan, baik lebih awal maupun mundur, membuat pola tanam sulit diprediksi. Tahun ini, musim kemarau diperkirakan berada pada kondisi normal hingga di bawah normal, dengan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Bojonegoro.

Meski ketersediaan air diperkirakan masih relatif aman hingga pertengahan tahun, pengelolaan yang tepat tetap diperlukan. DKPP mendorong pemanfaatan berbagai sumber air seperti bendungan, embung, jaringan irigasi, hingga pompa air secara optimal dan terencana. Penggunaan air pun diharapkan dilakukan secara hemat dan bergiliran sesuai anjuran teknis.

Petani juga diminta menyesuaikan pola tanam dan jadwal tanam dengan kondisi ketersediaan air. Untuk daerah yang berisiko tinggi mengalami kekeringan, disarankan beralih ke tanaman palawija atau menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering. “Kemarau tidak selalu berujung gagal panen, asalkan strategi yang diterapkan tepat. Pengaturan pola tanam dan manajemen air menjadi kunci utama,” tambahnya.

DKPP juga menekankan pentingnya disiplin dalam mengikuti Rencana Tata Tanam Global (RTTG). Penanaman yang tidak sesuai perencanaan berpotensi memicu ketidakseimbangan kebutuhan air serta konflik pemanfaatan sumber daya air di lapangan.

Selain itu, pengambilan air secara berlebihan dan tanpa kontrol dari saluran irigasi maupun sungai turut menjadi perhatian karena dapat mengurangi distribusi air ke wilayah lain.

Dalam menghadapi kondisi ini, peran penyuluh pertanian bersama Petugas Teknis PU SDA dinilai sangat penting sebagai pendamping dan pengarah petani di lapangan agar tetap mampu berproduksi secara optimal di tengah tantangan musim kemarau.(red/toh)

 

Reporter: Tim Redaksi

Editor: Mohamad Tohir

Publisher: Mohamad Tohir

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1777267982.9583 at start, 1777267983.0603 at end, 0.10205006599426 sec elapsed