Pemkab Blora Terus Dorong Perluasan Rute Trans Jateng
Kamis, 08 Januari 2026 18:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora – Pemerintah Kabupaten Blora, tetap gigih memperjuangkan perluasan rute bus Trans Jateng agar bisa menjangkau wilayahnya, meski saat ini rute tersebut baru berhenti hingga Grobogan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Sunyoto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan sebanyak dua kali kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, namun belum ada realisasi hingga akhir 2025.
Usulan pertama diajukan pada Maret 2025 melalui surat resmi dari Bupati Blora. Saat itu, Pemkab mengusulkan penarikan rute dari Godong (Grobogan) hingga Kunduran di Blora, mengingat batas maksimal operasional Trans Jateng adalah 50 kilometer.
"Namun, usulan itu belum disetujui karena wilayah Blora tidak termasuk dalam kawasan pengembangan Kedungsepur, melainkan masuk koridor Banglor (Blora-Rembang)," jelas Sunyoto kepada wartawan, Kamis (08/01/2026).
Tak patah semangat, usulan kedua disampaikan pada Oktober 2025. Momentum ini muncul setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkunjung ke Blora untuk pembukaan pameran inovasi di Lapangan Kridosono. Saat ditanya media mengenai kemungkinan Trans Jateng masuk Blora, gubernur menjawab positif.
"Bisa," kata Luthfi.
Malam itu juga, pihak provinsi menghubungi Dinrumkimhub Blora untuk mengajukan ulang proposal.
"Kami langsung respons dan kirim usulan lagi," tambahnya.
Sayangnya, hingga akhir Desember 2025, belum ada kabar pasti. Sunyoto menyatakan akan segera menindaklanjuti untuk memastikan status terkini.
"Kami akan tanyakan lagi kepastiannya, apakah bisa segera direalisasikan atau tidak."
Menurut Sunyoto, kehadiran Trans Jateng di Blora akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Selain sebagai angkutan umum murah dan nyaman, bus ini bisa mengurangi penggunaan sepeda motor, sehingga menekan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
"Banyak warga Blora yang bekerja di Grobogan, serta ada banyak sekolah dan rumah sakit di sini. Trans Jateng sangat dibutuhkan untuk mobilitas harian mereka," tegasnya.
Pemkab Blora berharap kajian yang sedang dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Jateng segera membuahkan hasil positif, demi meningkatkan akses transportasi massal yang terintegrasi di wilayah utara Jawa Tengah.(red/toh)














.sm.jpg)





















.md.jpg)






