Sinergi Pemkab Bojonegoro dan PT ADS Dorong Program GAYATRI untuk 100 KPM
Senin, 02 Maret 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bojonegoro terus digenjot sejak awal tahun. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kini memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan BUMD guna memastikan program prioritas berjalan lebih terarah dan berdampak langsung ke masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi di ruang Co-creating Gedung Pemkab Bojonegoro. Dalam forum itu, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) menyatakan kesiapan mendukung agenda pembangunan daerah tahun ini melalui sinergi program.
Direktur Utama PT ADS, Mohammad Kundori, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan langkah konkret dengan menyelaraskan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan visi pembangunan daerah.
“Kami telah merencanakan sinergi program prioritas dengan menyalurkan bantuan program GAYATRI kepada 100 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Bojonegoro,” ujar Kundori,
Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui usaha ternak ayam petelur, para penerima manfaat diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian finansial keluarga.
Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, PT ADS juga menyiapkan program di bidang lingkungan. Inisiatif tersebut meliputi pengelolaan sampah guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, serta konservasi sungai melalui penanaman pohon keras dan produktif di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).
Kepala Bappeda Bojonegoro, Achmad Gunawan, menegaskan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah daerah dan perusahaan agar setiap program saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemkab menargetkan empat pilar utama dalam kolaborasi ini, yakni pengentasan kemiskinan, konservasi lingkungan, peningkatan IPM, serta rehabilitasi lantai rumah sehat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bojonegoro, Mahmudin, menambahkan bahwa percepatan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Kolaborasi multipihak, terutama melalui program CSR maupun Pengembangan Masyarakat (PPM) sektor migas, menjadi faktor kunci untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
“Perlu adanya percepatan pengentasan kemiskinan. Dukungan dari berbagai pihak, terutama perusahaan melalui program CSR atau PPM di sektor migas, menjadi kunci keberhasilan target kita,” tegasnya.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
































.md.jpg)






