Bupati Bojonegoro Sapa Awak Media di Acara Bukber, Tekankan Sinergi yang Baik
Minggu, 01 Maret 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama para wartawan yang tergabung dalam organisasi profesi serta organisasi perusahaan pers yang diakui Dewan Pers di Pendopo Malowopati pada Jumat (27/02/2026) sore. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Badan Usaha Milik Daerah ini menjadi momentum penting dalam penguatan sinergi antara pers dan pemerintah untuk mengawal pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang akurat serta konstruktif bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan serta sinergi media yang selama ini telah berjalan dengan baik sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kebebasan pers, Bupati Wahono mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah agar selalu terbuka dan membantu tugas-tugas media dalam menjalankan fungsi informasinya.
Bupati Wahono menekankan bahwa transparansi birokrasi adalah kunci agar informasi pembangunan dapat tersampaikan secara tepat kepada publik. Terkait gaya kepemimpinannya, ia menjelaskan bahwa visi yang diusung adalah menciptakan iklim kerja yang harmonis namun tetap profesional dan taat pada aturan yang berlaku di dunia jurnalistik.
"Jalur kepemimpinan kami adalah jalur bahagia, penuh cinta, dan semangat. Namun, saya mengingatkan bahwa semua juga ada batasannya yang tertuang dalam Kode Etik dan Undang-Undang Pers. Kami sangat menghargai fungsi kontrol media sebagai sarana edukasi, dan kami akan merespons cepat setiap informasi yang masuk demi perbaikan kebijakan publik," ungkap Bupati Setyo Wahono di hadapan puluhan awak media yang hadir.
Wahono juga menitipkan pesan mendalam agar media senantiasa menyajikan informasi yang benar sehingga pemerintah tidak salah dalam mengambil kebijakan, serta mengajak insan pers untuk menjauhi penyebaran fitnah, berita bohong, maupun ujaran kebencian yang dapat merusak tatanan sosial.
Lebih lanjut, bupati Wahono berharap media dapat menjadi instrumen untuk mempererat tali silaturahmi sosial dan mengedukasi masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur, dan membanggakan.
Salah seorang jurnalis, Syafiq, mengeluhkan masih adanya pejabat di OPD Pemkab Bojonegoro yang sulit dimintai konfirmasi. Padahal sebuah produk jurnalistik harus melalui proses konfirmasi agar akurat.
"Ada OPD yang sulit dimintai konfirmasi berita. Kalau tidak bisa, tidak mau jawab ya bilang saja. Atau bisa menugaskan khusus untuk menjawab," kata Syafiq.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Wahono berterimakasih atas kritiknya. Jurnalis, menurut Bupati Wahono memiliki tugas yang penting dalam menyampaikan informasi yang akurat. Karena itu jika ada wartawan atau media meminta data, harus dijawab.
"Kalau minta data yang bisa disampaikan kasihkan, tidak usah ribet. Terima kasih teman-teman media sudah memberikan kontrol kepada kami di Pemkab," kata Bupati.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, yang dalam sambutannya menekankan bahwa meskipun tugas jurnalis sangat berat dan kerap disepelekan, profesi ini adalah corong informasi yang tidak terpisahkan dari pemerintah. Ia mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan oleh pers harus tetap beretika dan bertujuan untuk membangun, bukan untuk merusak tatanan yang ada.
"Kita boleh mengkritik tapi tidak boleh merusak. Pers harus memberikan masukan solutif untuk membangun Bojonegoro bersama. Kami berkomunikasi untuk membangun jalur informasi yang lebih baik bagi masyarakat sesuai dengan profesi sebagai jurnalis," ujar Sasmito.
Ia juga menyoroti tantangan berat jurnalis di era digital, terutama mengenai fenomena pihak-pihak yang mengandalkan kecerdasan buatan untuk menulis berita tanpa melalui proses jurnalistik yang benar. Menurutnya, praktik tersebut melanggar kode etik jurnalisme sehingga ia berharap pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan organisasi wartawan untuk menggelar Uji Kompetensi Wartawan guna membentuk karakter jurnalis Bojonegoro yang berkualitas. (red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
































.md.jpg)






