Sambangi KPK, Menag Nasaruddin Umar Beri Penjelasan Soal Kunker ke Sulsel dan Komitmen Antikorupsi
Sabtu, 28 Februari 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Nasional – Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan langkah proaktif dengan mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Kedatangan pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal ini bertujuan untuk memberikan klarifikasi serta penjelasan terkait rangkaian kunjungan kerjanya (kunker) ke Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
Langkah ini diambil Menag sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik seorang pejabat negara. Ia menegaskan keinginannya untuk menjadikan Kementerian Agama sebagai instansi yang bersih dan menjadi teladan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Menag memaparkan secara rinci agenda serta prosedur yang dijalankan selama masa kunker di Sulawesi Selatan. Langkah ini sekaligus dilakukan untuk merespons dinamika informasi yang berkembang di masyarakat dan memastikan bahwa seluruh kegiatan kedinasan yang ia pimpin tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.
"Kami ingin memulai dari hal yang paling dasar, yaitu transparansi. Kementerian Agama adalah institusi yang membawa nilai-nilai moral dan keagamaan, sehingga sudah sepatutnya kami menjadi contoh dalam penegakan integritas dan keterbukaan kepada lembaga pengawas seperti KPK," ujar Menag Nasaruddin Umar.
Kunjungan ini disambut baik oleh pihak KPK sebagai preseden positif bagi pejabat publik lainnya. Koordinasi intensif antara kementerian dan lembaga antirasuah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pencegahan korupsi di internal Kementerian Agama, mengingat kementerian ini mengelola anggaran yang besar dan bersentuhan langsung dengan layanan publik luas.
Selain memberikan penjelasan terkait kunker, pertemuan tersebut juga membahas upaya-upaya penguatan kerja sama dalam program pendidikan antikorupsi dan implementasi sistem integritas di lingkungan Kemenag. Menag berkomitmen bahwa setiap kebijakan yang diambil akan selalu mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Langkah berani Nasaruddin Umar ini dinilai banyak pihak sebagai sinyal kuat bagi seluruh jajaran di bawahnya untuk tetap menjaga integritas. Dengan mendatangi KPK secara langsung, Menag menunjukkan bahwa tidak ada ruang bagi praktik-praktik yang menyimpang dan seluruh aktivitas kedinasan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada hukum.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
































.md.jpg)






