Jawa Timur Jadi Kontributor Jagung Tertinggi Nasional, Produksi Tembus 4,8 Juta Ton
Selasa, 03 Maret 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur – Provinsi Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut bahwa Jawa Timur saat ini menjadi kontributor jagung tertinggi di Indonesia dengan total produksi jagung pipilan kering mencapai 4,8 juta ton pada tahun 2025.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur jauh di atas provinsi penghasil jagung lainnya. Angka produksi ini hampir dua kali lipat dibandingkan Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 2,8 juta ton, serta Sumatera Utara di posisi ketiga dengan 1,3 juta ton.
"Kontribusi Jawa Timur terhadap produksi jagung nasional mendekati 30 persen. Artinya, hampir sepertiga kebutuhan jagung pipilan kering di Indonesia dipasok dari kerja keras para petani di Jawa Timur," ujar Khofifah saat menghadiri panen raya jagung di areal Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026).
Khofifah menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi erat antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, petani, aparat keamanan, hingga Gerakan Pramuka yang aktif menggerakkan penguatan ketahanan pangan di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menekankan pentingnya menjaga kualitas hasil panen di samping meningkatkan kuantitas produksi. Ia memastikan bahwa dukungan dari sisi pemasaran juga akan diperkuat.
"Ke depan, dukungan pemasaran akan kami perkuat agar peningkatan produksi ini berdampak langsung secara signifikan pada kesejahteraan petani," kata Irjen Pol Nanang.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melaporkan bahwa Kabupaten Banyuwangi secara konsisten mencatatkan surplus jagung. Pada tahun 2025, produksi jagung di Banyuwangi mencapai 250.596,81 ton, naik 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 209.078 ton.
"Dengan kebutuhan daerah sebesar 69.842,31 ton, Banyuwangi mencatat surplus jagung sebanyak 180.754,50 ton pada tahun 2025," jelas Ipuk.
Tak hanya jagung, produksi beras di Bumi Blambangan juga mengalami tren positif dengan capaian 546.923,81 ton dan mencatatkan surplus sebesar 383.258,03 ton.
Panen raya di Green Farm sendiri dilakukan di atas lahan seluas 50 hektare yang ditanam pada November 2025 lalu. Rata-rata produksi jagung gelondongan di lokasi tersebut mencapai 8 hingga 10 ton per hektare. Pihak pengelola optimistis pada musim tanam berikutnya produktivitas dapat ditingkatkan hingga 12 ton per hektare melalui evaluasi dan uji coba budidaya yang berkelanjutan.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
































.md.jpg)






