PMI Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader Tanggap Bencana di Dua Desa
Minggu, 11 Januari 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro menggelar Pelatihan Dasar Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Berbasis Masyarakat sebagai bagian dari program SIAP SIAGA Fase II, Sabtu (10/01/2026) kemarin. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana secara mandiri dan terkoordinasi.
Pelatihan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Desa Sumbangtimun, Kecamatan Trucuk dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 50 peserta yang berasal dari kedua desa tersebut mengikuti rangkaian kegiatan ini.
Koordinator Program sekaligus Kasubsi Yankessos dan Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PMI Provinsi Jawa Timur melalui PMI Kabupaten Bojonegoro, dengan dukungan dari Australia Red Cross serta Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.
Para peserta dibekali berbagai materi penting seputar penanggulangan bencana, meliputi pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, pemulihan dini, serta program-program terkait lainnya. Pelatihan ini dirancang untuk membangun kesiapsiagaan berbasis masyarakat agar dapat merespons cepat dan efektif saat terjadi bencana.
Alfian menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya penguatan kualitas dan kapasitas layanan PMI pada saat Tanggap Darurat Bencana (TDB). Pendekatan yang digunakan bersifat terpadu untuk mengatasi penyebab, risiko, serta konsekuensi dari kekerasan, diskriminasi, dan pengucilan.
Sementara itu, Nova Nevilla Rodhi selaku Bendahara PMI Kabupaten Bojonegoro, yang mewakili Ketua PMI Kabupaten Ahmad Hernowo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada IFRC, PMI Pusat, serta semua pihak yang terlibat dalam program ini.
“Untuk selanjutnya kami mengharapkan bahwa peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menjadi penanggung jawab pelaksanaan standar minimum layanan berkualitas saat TDB maupun pasca bencana,” ujar Nova dalam sambutannya.
Diharapkan, melalui pelatihan ini masyarakat di wilayah tersebut semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi. Program SIAP SIAGA Fase II ini menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan bencana berbasis komunitas di Kabupaten Bojonegoro.Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan ke desa-desa lain guna memperluas jangkauan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam maupun non-alam.(red/toh)






















.sm.jpg)













.md.jpg)






