Khofifah Proyeksikan Produksi Jagung Jatim Capai 5,4 Juta Ton pada 2026
Minggu, 11 Januari 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memproyeksikan produksi jagung di Provinsi Jawa Timur akan mencapai sekitar 5,4 juta ton pada tahun 2026. Secara rinci, target produksi jagung pipilan kering (JPK) dengan kadar air 14 persen ditetapkan sebesar 5.445.158 ton.Proyeksi ini disampaikan Khofifah saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (08/01/2026) lalu.
Menurut Khofifah, capaian tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah telah menyatakan swasembada pangan, termasuk swasembada beras, serta menargetkan swasembada jagung pada tahun 2026.
“Alhamdulillah, Indonesia oleh Pak Presiden Prabowo telah dinyatakan swasembada pangan. Kita sudah swasembada beras, hari ini panen jagung, dan target swasembada jagung bisa dicapai tahun 2026,” ujar Khofifah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang dipublikasikan pada 5 Januari 2026, luas panen jagung di Jatim mencapai 755.417 hektare dengan produktivitas rata-rata 6,07 ton per hektare. Produksi jagung pipilan kering tercatat 6.203.461 ton (kadar air 28 persen) dan 4.585.921 ton (kadar air 14 persen).Realisasi tanam jagung sepanjang 2025 mencapai 990.011 hektare, sementara luas baku sawah provinsi ini mencapai 1.207.997 hektare, dengan 59,57 persen lahan irigasi dan sisanya tadah hujan.
Dengan proyeksi tersebut, Jatim diprediksi menghasilkan surplus jagung sekitar 1.203.818 ton pada 2026. Kebutuhan konsumsi jagung diperkirakan 89.820 ton, sedangkan kebutuhan untuk pakan ternak mencapai 4.152.060 ton.
“Jagung ini komoditas strategis karena jagung bukan hanya bahan pangan, tetapi juga pakan yang menopang sektor peternakan dan agribisnis lainnya. Sehingga, kalau kita bisa bertahan dalam swasembada pangan dengan jagung ini, insya Allah kualitas ternak kita juga ikut meningkat,” tambah Khofifah.
Khofifah juga menekankan kesejahteraan petani sebagai prioritas utama. Nilai Tukar Petani (NTP) Jatim pada Desember 2025 mencapai 118,96, naik 3,95 persen dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa. Rata-rata harga jagung produsen tercatat Rp5.985 per kilogram.
“Maka dari itu, Alhamdulillah menurut BPS, Nilai Tukar Petani Jawa Timur pada bulan Desember 2025 lalu mencapai 118,96. NTP ini naik sebesar 3,95 persen, yang menjadikan kenaikan kita merupakan kenaikan tertinggi di Pulau Jawa,” jelasnya.






















.sm.jpg)













.md.jpg)






