Musrenbang Kepemudaan, Menyusun Prioritas Pembangunan yang Relevan bagi Pemuda Bojonegoro
Jumat, 06 Maret 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kepemudaan Tahun 2026. Acara yang mengusung tema Gagasan Pemuda Harapan Baru Bagi Bojonegoro ini berlangsung di Baresta Green Garden, Bojonegoro, pada Kamis (05/03/2026) kemarin. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam merancang arah kebijakan pembangunan daerah.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro, Arif Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa Musrenbang Tematik ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang diikuti oleh 198 peserta. Para peserta terdiri dari perwakilan organisasi kepemudaan tingkat kecamatan, komunitas, organisasi mahasiswa, hingga organisasi pelajar atau OSIS.
“Tujuan utamanya adalah menyusun prioritas pembangunan yang relevan dengan kebutuhan pemuda melalui semangat kolaboratif untuk menyatukan kekuatan kolektif antara komunitas dan pemerintah daerah,” kata Nanang.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Maftukhan, menyoroti pentingnya peran pemuda dalam mengelola potensi lokal seperti sektor pertanian dan UMKM. Ia memaparkan bahwa tantangan saat ini adalah terbatasnya lapangan kerja formal yang memicu tren merantau. Oleh karena itu, peran pemuda sangat dibutuhkan untuk melakukan digitalisasi usaha, membantu pemasaran produk petani, hingga mempromosikan wisata desa melalui konten kreatif.
“Penguatan kapasitas melalui pelatihan kewirausahaan dan sertifikasi profesi melalui kolaborasi antar-OPD menjadi langkah yang krusial. Sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang nyata bagi masyarakat Bojonegoro,” tambah Maftukhan.
Sebagai penutup, Bupati Setyo Wahono menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi gagasan para pemuda ke dalam kebijakan Pemerintah Daerah yang konkret. Ia berharap Musrenbang ini melahirkan gagasan yang konstruktif dan solutif, sehingga kebijakan yang diambil memiliki hasil yang jelas, berkelanjutan, serta inklusif bagi seluruh lapisan pemuda di Bojonegoro.
“Pemuda merupakan aset strategis sekaligus agen perubahan yang tidak hanya sekadar penerus kepemimpinan, tetapi harus mampu menjadi motor inovasi dengan dampak sosial positif. Selain daya saing dan prestasi, integritas serta moralitas merupakan fondasi utama bagi pemuda dalam berkompetisi,” tegas Bupati Wahono.
































.md.jpg)






