Depresi dan Cemas Bisa Pangkas Harapan Hidup Hingga 20 Tahun
Rabu, 15 Juli 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan dapat memangkas sisa harapan hidup seseorang hingga 20 tahun.
Temuan ini menjadi peringatan penting agar masyarakat tidak mengabaikan masalah psikologis dan segera mencari bantuan profesional.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan, orang dengan gangguan depresi berat dan gangguan kecemasan memiliki risiko kematian dini yang jauh lebih tinggi dibanding orang tanpa gangguan tersebut. Penyebabnya bukan hanya karena gangguan mental itu sendiri, tetapi juga dampaknya pada gaya hidup tidak sehat, penyakit fisik penyerta, hingga keterlambatan penanganan medis.
Para peneliti menyebut, stres kronis dan tekanan psikologis dapat memicu peradangan, melemahkan sistem imun, serta meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya. Kombinasi faktor itu yang membuat usia harapan hidup berkurang secara signifikan.
“Ini menunjukkan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jika tidak ditangani, dampaknya bisa fatal dalam jangka panjang,” demikian kesimpulan dalam studi tersebut.
Di Indonesia sendiri, data Riskesdas menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional masih tinggi. Karena itu para ahli terus mendorong penguatan layanan kesehatan jiwa di puskesmas dan edukasi ke masyarakat agar lebih terbuka membicarakan masalah psikologis.
Para ahli menyarankan beberapa langkah pencegahan, mulai dari menjaga pola hidup sehat, rutin berolahraga, membangun jejaring sosial yang suportif, hingga konsultasi ke psikolog atau psikiater jika merasa cemas dan depresi berkepanjangan.
Pakar kesehatan berharap, dengan adanya temuan ini, stigma terhadap gangguan mental bisa berkurang dan penanganan bisa dilakukan lebih dini.
Editor Mohamad Tohir






































