1.556 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Gelar KKN SDGs Pemuda Berdampak di Bojonegoro
Kamis, 16 Juli 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Gelombang pengabdian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terus mengalir ke Kabupaten Bojonegoro. Kali ini, sebanyak 1.556 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur secara resmi memulai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Pemuda Berdampak Tahun 2026 setelah disambut langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro pada Rabu (15/07/2026).
Acara penerimaan ribuan mahasiswa ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro Andik Sujarwo, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Dili Tri Wibowo, serta jajaran kepala perangkat daerah Pemkab Bojonegoro. Dari pihak kampus, hadir langsung Rektor UPN Veteran Jawa Timur Akhmad Fauzi beserta jajaran civitas akademika.
Ribuan mahasiswa tersebut dijadwalkan akan tersebar untuk melaksanakan pengabdian di 62 desa yang berada di sembilan kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Melalui tema KKN SDGs Pemuda Berdampak, para peserta diharapkan dapat mengaplikasikan teori ilmu pengetahuan dari bangku kuliah sekaligus menghadirkan inovasi serta solusi nyata dalam mendukung percepatan pembangunan di tingkat perdesaan.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan manajemen UPN Veteran Jawa Timur yang kembali menempatkan mahasiswanya di Bojonegoro. Menurutnya, kehadiran ribuan mahasiswa ini memuat potensi besar untuk mengidentifikasi rupa-rupa persoalan sosial dan ekonomi di tingkat bawah yang nantinya bisa dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Nurul Azizah juga memaparkan sejumlah program prioritas pemkab yang dapat disinergikan oleh mahasiswa di lapangan, di antaranya Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), Domba Kesejahteraan, Program Kolega, percepatan elektrifikasi bagi warga miskin, penanganan anak tidak sekolah, hingga validasi data rumah tidak layak huni.
"Adik-adik datang ke Bojonegoro untuk belajar sekaligus mengabdi. Lihat kondisi masyarakat secara langsung, dampingi program-program yang ada, berikan masukan dan rekomendasi yang membangun agar hasil KKN benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UPN Veteran Jawa Timur Akhmad Fauzi menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan kemitraan erat yang diberikan Pemkab Bojonegoro. Ia mewanti-wanti para mahasiswanya agar mengedepankan sikap rendah hati dan mengutamakan metode kolaborasi aktif bersama warga lokal selama masa pengabdian berlangsung.
"KKN yang berhasil bukan hanya programnya terlaksana, tetapi juga mampu memberikan dampak yang dirasakan masyarakat. Jangan merasa paling tahu, karena masyarakatlah yang paling memahami kondisi desanya. Dengarkan, berkolaborasi, dan ciptakan program yang bermanfaat agar sinergi antara UPN 'Veteran' Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus terjalin dengan baik," tandasnya.
Dampak positif dan kesan mendalam menapakkan kaki di Bumi Angling Dharma juga dirasakan langsung oleh salah satu mahasiswa peserta KKN bernama Zhunnes. Ia mengaku kagum melihat realitas kemajuan infrastruktur dan kebersihan lingkungan di Bojonegoro yang ternyata jauh lebih modern dari apa yang ia bayangkan sebelumnya.
"Ini pertama kali saya ke Bojonegoro. Awalnya saya membayangkan seperti desa pada umumnya, tetapi ternyata sudah modern dan maju. Lingkungannya juga bersih, tidak seperti yang saya bayangkan," ungkapnya.
Guna memberikan kontribusi nyata, Zhunnes menyebut kelompoknya telah merancang program kerja berbasis pemberdayaan lingkungan berupa pengelolaan sampah organik dan anorganik. Sampah organik warga nantinya akan diolah secara produktif menggunakan metode budidaya maggot untuk pakan ternak bernilai ekonomi, sedangkan sampah anorganik akan diintegrasikan melalui sistem bank sampah desa agar dapat didaur ulang menjadi produk bernilai jual.






































