Meriahkan Ramadan dengan Kesenian Lokall, Pemkab Bojonegoro Bakal Gelar Parade Oklik 2026
Kamis, 12 Maret 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dijadwalkan akan menggelar Parade Oklik Ramadhan Bojonegoro 2026 pada Kamis (19/03/2026) mendatang. Kegiatan yang memadukan syiar religi dan pelestarian seni tradisional ini akan dipusatkan di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel mulai pukul 19.00 WIB.
Sekretaris Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, menjelaskan bahwa parade oklik merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menjaga eksistensi seni budaya lokal di tengah gempuran zaman.
“Parade oklik ini tidak hanya untuk memeriahkan Ramadhan, tetapi juga menjadi wadah bagi para seniman dan komunitas untuk mengekspresikan kreativitasnya sekaligus melestarikan kesenian tradisional Bojonegoro,” ujar Lukiswati.
Selain aspek budaya, Lukiswati menambahkan bahwa agenda tahunan ini diproyeksikan mampu mendongkrak sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal yang akan terlibat di sekitar lokasi acara. Kehadiran wisatawan selama bulan Ramadhan juga diharapkan dapat mengenal lebih dekat kekayaan tradisi asli Bumi Angling Dharma.
Secara teknis, parade ini terbuka untuk kelompok seni, komunitas, hingga kalangan pelajar dan mahasiswa, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Bojonegoro. Setiap kelompok diwajibkan beranggotakan 10 hingga 20 orang.
Dalam penampilannya, peserta ditantang untuk menunjukkan kreativitas aransemen dengan ketentuan alat musik oklik berbahan bambu harus mendominasi minimal 60 persen. Setiap peserta diwajibkan membawakan lagu bernuansa religi dengan lagu utama “Ramadhan Tiba”.
Adapun rute parade akan mengambil titik awal di Jalan P. Mas Tumapel, melintasi Jalan Imam Bonjol, Jalan Mastrip, Jalan MH Thamrin, Jalan Panglima Sudirman, dan kembali berakhir di Jalan P. Mas Tumapel.
“Kami berharap masyarakat Bojonegoro dapat berpartisipasi dan turut menyaksikan parade ini sehingga suasana Ramadhan semakin semarak dengan nuansa seni dan budaya,” imbuhnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta, panitia telah menyiapkan total hadiah jutaan rupiah. Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta, juara kedua Rp2,25 juta, dan juara ketiga Rp2 juta, serta tersedia hadiah untuk kategori juara harapan.
Pendaftaran peserta dilakukan secara gratis dan akan ditutup pada 13 Maret 2026, atau lebih awal jika kuota telah terpenuhi. Sementara itu, pertemuan teknis (technical meeting) direncanakan berlangsung pada 16 Maret 2026 di Kantor Disbudpar Bojonegoro.(red/toh)
Editor: Mohamad Tohir































.md.jpg)






