Gelar Salat Idul Fitri di 87 Lokasi, Muhammadiyah Bojonegoro Tekankan Toleransi
Kamis, 19 Maret 2026 21:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro telah menetapkan sebanyak 87 lokasi sebagai tempat penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kesiapan organisasi dalam menyambut hari raya, sekaligus mengantisipasi potensi adanya perbedaan penetapan 1 Syawal di tengah masyarakat.
Wakil Ketua PDM Bojonegoro, Sholikin Jamik, menyampaikan bahwa puluhan titik tersebut disiapkan untuk memfasilitasi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah secara tertib dan merata di tiap kecamatan. Penentuan lokasi ini juga bertujuan agar jamaah dapat menjangkau tempat ibadah terdekat dengan lebih mudah.
"Ada 87 titik di seluruh Kabupaten Bojonegoro," ujar Sholikin Jamik saat memberikan keterangan pada Kamis (19/03/2026).
Untuk wilayah perkotaan, pelaksanaan ibadah salat akan dipusatkan di Masjid At Taqwa yang berada di Jalan Teuku Umar. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi titik utama bagi para jamaah yang berdomisili di kawasan kota dan sekitarnya.
Selain aspek persiapan teknis lapangan, Muhammadiyah memberikan perhatian khusus terhadap adanya potensi perbedaan dalam penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah. PDM Bojonegoro berharap perbedaan tersebut tidak menjadi pemicu keretakan hubungan sosial, melainkan disikapi dengan kedewasaan dan sikap saling menghormati antarumat Islam.
Dalam imbauannya, organisasi ini menegaskan bahwa persatuan umat tidak harus selalu diwujudkan melalui keseragaman waktu pelaksanaan ibadah. Perbedaan metode dalam penentuan hari raya dipandang sebagai bagian dari dinamika yang wajar dan semestinya tidak mengurangi nilai ukhuwah islamiyah.
Sholikin Jamik menekankan bahwa esensi kebersamaan terletak pada kesamaan niat dalam beribadah kepada Allah SWT. Menurutnya, yang paling utama adalah ketaatan setiap individu pada dasar hukum yang diyakini dalam beribadah tanpa mengesampingkan kasih sayang sesama muslim.
Lebih lanjut, masyarakat diajak untuk menghayati makna Idul Fitri sebagai momentum untuk kembali fitrah dengan meningkatkan ketaatan setelah menjalani ibadah Ramadan. PDM Bojonegoro berharap seluruh rangkaian ibadah tahun ini dapat berlangsung khidmat serta memperkuat harmoni di tengah keberagaman yang ada di Bojonegoro.(red/toh)











































.md.jpg)






