Dinkes Bojonegoro Imbau Warga Tidak Sembarang Mencium Bayi Saat Silaturahmi Lebaran
Kamis, 19 Maret 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Momentum Lebaran identik dengan tradisi silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga besar, termasuk berinteraksi dengan bayi dan anak kecil. Namun, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengekspresikan rasa gemas terhadap bayi guna mencegah risiko penularan berbagai penyakit infeksi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr. Rury Dewi, mengingatkan masyarakat agar menahan diri untuk tidak mencium maupun mencubit bayi saat berkunjung pada momen Lebaran. Tindakan fisik tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko penularan virus maupun bakteri secara langsung kepada bayi yang kondisi fisiknya masih sangat rentan.
Menurut dr. Rury, kulit bayi memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi dan sangat mudah mengalami iritasi. Selain faktor kesehatan kulit, kontak fisik yang berlebihan seperti mencium atau mencubit juga dapat mengganggu kenyamanan bayi hingga memicu stres pada anak. Ia menekankan bahwa bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih dalam tahap perkembangan, sehingga jauh lebih rentan terhadap serangan infeksi dibanding orang dewasa.
“Bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Mencium atau mencubit bayi saat bertemu di momen Lebaran sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko penularan virus dan bakteri,” jelasnya.
Setidaknya terdapat berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai selain campak dalam interaksi sosial saat lebaran. Beberapa di antaranya adalah batuk rejan, herpes, difteri, varicella atau cacar air, hingga parotitis atau yang lebih dikenal dengan istilah gondongan. Melalui imbauan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan aspek kesehatan anak dengan mengurangi kontak langsung yang berisiko.
Lebih lanjut, dr. Rury menjelaskan bahwa jika bayi menunjukkan gejala sakit saat masa Lebaran, orang tua diminta untuk memprioritaskan kesehatan anak dengan segera berkonsultasi kepada dokter anak. Penanganan yang tepat, pemenuhan kebutuhan ASI atau susu formula yang cukup, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar menjadi kunci utama pemulihan.
Pihak Dinas Kesehatan juga menyarankan agar orang tua menghindari membawa bayi ke tempat-tempat yang terlalu ramai untuk sementara waktu guna mencegah penyebaran penyakit lebih luas. Dengan kesadaran bersama untuk menjaga jarak fisik yang aman bagi bayi, diharapkan momen Idulfitri tetap menjadi kebahagiaan yang sehat bagi seluruh anggota keluarga, terutama buah hati.
“Lebaran adalah momen bahagia untuk bersilaturahmi, namun kita juga perlu tetap menjaga kesehatan anak-anak. Mari bersama-sama menghindari tindakan yang berpotensi menularkan penyakit dan menjaga kesehatan buah hati kita,” imbuhnya.












































.md.jpg)






