Kasus Kanker Ginjal Banyak Ditemukan di Usia 20-30, Ini Penyebabnya
Kamis, 12 Maret 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Tren kanker ginjal kini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa muda, yakni antara 20 hingga 30 tahun. Peningkatan kasus ini sejalan dengan bertambahnya catatan penyakit ginjal kronis setiap tahunnya, yang salah satu pemicu utamanya adalah pola makan tidak sehat.
Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi, dr Nur Melani Sari, SpA-Subsp.HO menjelaskan bahwa sel dalam tubuh manusia, termasuk pada orang dewasa, secara alami dapat mengalami perubahan. Namun, proses mutasi sel tersebut dapat terprovokasi menjadi masalah kesehatan serius akibat faktor eksternal atau gaya hidup.
"Kebiasaan yang sifatnya umum, kita sebaiknya mengurangi makanan yang mengandung pengawet, makanan ultra processed, serta pemanis berlebih," ujar dr Nur Melani dalam konferensi pers Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, konsumsi makanan yang melalui proses pengolahan berlebih atau ultra processed food serta penggunaan bahan tambahan pangan menjadi perhatian serius. Pola makan tersebut dapat memicu mutasi sel yang pada akhirnya meningkatkan risiko kanker ginjal di usia muda.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk kembali menerapkan pola makan yang lebih alami dan seimbang. Selain membatasi makanan olahan, sangat dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi bahan segar seperti sayur dan buah-buahan.
Selain menjaga asupan nutrisi, aktivitas fisik yang cukup juga memegang peranan penting dalam menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk kanker. Penyesuaian gaya hidup sejak dini menjadi kunci utama untuk menekan tren peningkatan kasus kanker ginjal di masa depan.
Editor: Mohamad Tohir
































.md.jpg)






