Pastikan Kualitas BKKD 2025 Sesuai Prosedur Wakil Bupati Bojonegoro Tinjau Langsung Empat Desa
Sabtu, 18 April 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya mempercepat pemerataan pembangunan melalui optimalisasi infrastruktur di tingkat desa. Guna memastikan seluruh pengerjaan berjalan sesuai prosedur dan standar mutu, Jumat (17/04/2026), Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah proyek yang didanai melalui skema Bantuan Keuangan Khusus Desa atau BKKD tahun anggaran 2025.
Dalam rangkaian tinjauan lapangan tersebut, Nurul didampingi jajaran pimpinan daerah mulai dari Kepala Dinas PU BMPR, Inspektur Inspektorat, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, hingga Kepala Dinas PMD. Kehadiran tim lengkap ini bertujuan untuk mengevaluasi secara menyeluruh aspek teknis maupun administratif dari pembangunan yang sedang berlangsung di empat titik lokasi berbeda.
Titik pertama yang menjadi sasaran peninjauan adalah proyek jembatan penghubung antara Desa Ngulanan dan Desa Ngablak di Kecamatan Dander. Saat ini, jembatan tersebut tengah memasuki fase pembongkaran. Nurul menegaskan bahwa meskipun target penyelesaian dijadwalkan pada tahun 2026, realisasi di lapangan tidak boleh mengabaikan kualitas material dan standar keamanan. Ia meminta pihak konsultan maupun kontraktor untuk lebih inovatif dalam menghadapi tantangan kondisi alam agar target pembangunan tetap tercapai tepat waktu tanpa mengorbankan mutu.
"Kita akan memantau terus, karena ini menyangkut kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Kita juga harus memahami bahwa pembangunan harus selaras dengan kondisi alam, namun kita juga meminta dari pihak. Konsultan dan kontraktor memiliki inovasi serta ide untuk mencapai target-target yang telah ditentukan dalam pembangunan infrastruktur," ujarnya.
Perjalanan berlanjut menuju Desa Trembes di Kecamatan Malo untuk memantau progres jembatan desa. Di lokasi kedua ini, Wakil Bupati memberikan apresiasi terhadap kematangan perencanaan proyek. Menurutnya, langkah penyediaan akses alternatif bagi warga selama masa konstruksi merupakan bentuk pelayanan publik yang baik agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.
Selain jembatan, fokus pemantauan juga menyasar infrastruktur jalan cor beton di Desa Bancer, Kecamatan Ngraho, dan Desa Tengger, Kecamatan Ngasem. Di Desa Bancer, proyek jalan sepanjang satu kilometer telah dinyatakan rampung tepat waktu. Nurul berpesan agar pemerintah desa selaku pengelola aset mampu menjaga ketahanan jalan tersebut dengan mengatur batas kapasitas kendaraan yang melintas. Hal ini dinilai krusial agar masa pakai infrastruktur bisa bertahan lama dan manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan oleh warga setempat.
Langkah sidak ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Bojonegoro untuk memastikan alokasi BKKD 2025 benar-benar efektif meningkatkan konektivitas antarwilayah. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga menjamin keamanan dan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat Bojonegoro.
Editor: Mohamad Tohir






































