Semangat Kartini dan Penguatan Branding Pelaku Usaha Perempuan di Bojonegoro
Sabtu, 18 April 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Forum IKM Jawa Timur Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan pertemuan bertajuk Halal Bihalal yang dipadukan dengan peringatan Hari Kartini 2026 di aula Bojonegoro Creative Hub pada Jumat (17/04/2026) kemarin. Acara yang dikemas penuh warna tersebut menghadirkan berbagai aktivitas edukatif mulai dari kelas kecantikan hingga peragaan busana yang melibatkan puluhan pengusaha perempuan dari berbagai sektor.
Kasi Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Iwan Hermawan, memberikan tanggapan positif terhadap langkah proaktif yang diambil oleh Forum IKM. Iwan menilai bahwa kemitraan dengan para pelaku industri kecil menengah merupakan fondasi penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kedepan, Disbudpar juga tengah menyiapkan agenda besar terkait Wastra Batik Bojonegoro. Kami mohon doanya, jika sudah siap akan segera kami informasikan kepada rekan-rekan pelaku usaha,” ujarnya.
Pemerintah daerah saat ini juga sedang merancang sebuah inisiatif besar untuk memberikan wadah khusus bagi produk-produk unggulan lokal. Program tersebut diproyeksikan menjadi rumah bersama yang memfasilitasi pemasaran karya UMKM Bojonegoro secara lebih terintegrasi. Selain itu, pihak dinas sedang mempersiapkan agenda strategis yang berkaitan dengan pengembangan Wastra Batik Bojonegoro dalam waktu dekat.
Ketua Forum IKM Bojonegoro, Silvia Merris Retnowati, mengungkapkan bahwa momentum peringatan Hari Kartini tahun ini difokuskan pada upaya peningkatan kapasitas diri para pelaku usaha. Ia berpendapat bahwa kemajuan sebuah unit usaha sangat dipengaruhi oleh citra diri atau personal branding dari pemiliknya. Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh hanya terpaku pada proses produksi, tetapi juga harus mampu mempresentasikan diri secara profesional di hadapan publik.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas presentasi diri tersebut, para peserta mengikuti sesi tata rias profesional yang dipandu oleh praktisi kecantikan. Langkah ini dimaksudkan agar para pengusaha perempuan memiliki kepercayaan diri yang tinggi saat berinteraksi dengan mitra bisnis maupun konsumen. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan para anggota di atas panggung fashion show sebagai simbol kemandirian dan produktivitas perempuan.
“Hari ini kita belajar cara berdandan yang sesuai dengan usia dan situasi agar penampilan tetap profesional saat bertemu klien atau konsumen,” kata Silvia.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan para pelaku usaha di Bojonegoro semakin siap menghadapi tantangan pasar yang lebih luas. Sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang tidak hanya mengandalkan mutu barang, namun juga didukung oleh kemampuan komunikasi dan pengemasan citra yang kuat.
Editor: Mohamad Tohir






































