BSPS Jawa Timur Naik 10 Kali Lipat, Menteri PKP Targetkan 33 Ribu Rumah Tahun Ini
Senin, 04 Mei 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, meninjau rumah usulan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, simulasi pelaksanaan PTT, sekaligus meluncurkan program BSPS se-Jawa Timur di Surabaya, Minggu (03/05/2026) kemarin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono.
Dalam kesempatan itu, Maruarar menyampaikan bahwa program BSPS di Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 hanya sekitar 3.000 unit, tahun ini meningkat menjadi 33.000 unit rumah.
“Bahagialah bisa membantu rakyat kecil. Tahun lalu 3.000, sekarang di Jawa Timur 33.000,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain bantuan perumahan, pemerintah juga mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi melalui Kredit Usaha Rakyat Perumahan serta program PNM Mekaar yang menyasar kaum ibu. Menurutnya, langkah ini penting agar keluarga penerima bantuan tidak hanya memiliki rumah layak, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi.
“Supaya kalau rumahnya rusak, bisa dibantu dengan kekuatan ekonomi keluarga,” katanya.
Maruarar juga mengapresiasi peran ibu-ibu di Surabaya yang tetap berjuang meningkatkan pendapatan keluarga. Ia menyebut banyak di antaranya mampu meraih penghasilan hingga Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per bulan untuk mendukung kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak.
Terkait KUR Perumahan, pemerintah memberikan kemudahan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, masyarakat tidak memerlukan agunan dengan bunga sekitar 6 persen per tahun.“Ini sangat murah, sehingga seharusnya tidak ada lagi rentenir di Jawa Timur,” tegasnya.
Sementara itu, bagi kontraktor, developer, dan toko bangunan skala UMKM, tersedia fasilitas pinjaman hingga Rp20 miliar dengan subsidi bunga sekitar 5 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kelas menengah baru serta memperluas distribusi ekonomi.
Lebih lanjut, Maruarar menekankan bahwa pembangunan 33.000 rumah akan memberikan efek berganda bagi perekonomian. Ia memperkirakan hampir 100 ribu tenaga kerja terlibat langsung, belum termasuk sektor pendukung seperti transportasi, industri bahan bangunan, hingga usaha kecil seperti warung makan.
“Ekonomi bergerak luar biasa dari ekosistem perumahan, mulai dari kontraktor, perbankan, hingga petani dan nelayan,” ujarnya.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir






































