Gubernur Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Melimpah, Siap Sokong Daerah Lain
Minggu, 03 Mei 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Kebutuhan hewan kurban untuk wilayah Jawa Timur dipastikan aman dan mengalami surplus signifikan tahun ini. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa stok ternak yang tersedia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan internal provinsi, tetapi juga siap untuk disalurkan ke berbagai daerah lain di Indonesia. Keyakinan tersebut didasari oleh kekuatan sektor peternakan Jawa Timur yang saat ini memegang peringkat pertama secara nasional dalam hal populasi ternak.
Kesiapan pasokan tersebut terlihat saat Khofifah melakukan peninjauan langsung ke salah satu sentra peternakan sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu lalu. Dalam kunjungan tersebut, beliau mengamati langsung perkembangan dan kondisi kesehatan ternak yang dipersiapkan untuk menyambut hari raya kurban.
"Alhamdulillah, kondisi sapi-sapi di sini sehat dan besar. Kita lihat bahkan ada yang bobotnya lebih dari satu ton. Ini menjadi indikator bahwa kualitas ternak kita sangat baik," katanya.
Secara statistik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat total proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun 2026 mencapai 427.060 ekor. Angka tersebut mencakup kebutuhan sapi sebanyak 70.550 ekor, kambing 297.900 ekor, domba 58.600 ekor, serta kerbau 10 ekor. Ketersediaan ternak di lapangan terbukti jauh melampaui angka kebutuhan tersebut.
Khofifah merinci, untuk komoditas sapi saja, Jawa Timur memiliki ketersediaan sebanyak 629.119 ekor. "Sampai saat ini, proyeksi kebutuhan sapi kurban di Jatim sebanyak 70.550 ekor. Sedangkan ketersediaan kita ada 629.119 ekor. Sehingga surplus 558.569 ekor," jelasnya.
Begitu pula dengan jenis ternak lainnya. Untuk kambing, ketersediaan mencapai 940.693 ekor dari proyeksi kebutuhan 297.900 ekor, sehingga terdapat surplus sebesar 642.793 ekor. Sedangkan untuk domba, tersedia 484.468 ekor dengan proyeksi kebutuhan 58.600 ekor, yang berarti ada kelebihan pasokan sebanyak 452.868 ekor. Sementara untuk kerbau, tersedia 1.698 ekor dibandingkan kebutuhan yang hanya 10 ekor.
"Kondisi ini menunjukkan Jawa Timur surplus cukup signifikan di seluruh jenis ternak kurban. Ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, sekali lagi, siap menopang provinsi lain," ungkap Khofifah.
Tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan perhatian serius pada aspek kesehatan hewan ternak. Berbagai langkah preventif telah dijalankan, mulai dari program vaksinasi, penerapan biosecurity, hingga pengobatan rutin bagi hewan ternak untuk menjamin kualitas dan kelayakan hewan kurban yang beredar di masyarakat.
"Ternak kurban di Jawa Timur tersedia untuk mencukupi ternak kurban dan terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak," tambahnya.
Guna menjamin keamanan bagi konsumen, pemerintah provinsi juga telah menyiagakan petugas khusus yang bertugas melakukan pemeriksaan hewan, baik melalui metode ante mortem yakni pemeriksaan sebelum dipotong, maupun pemeriksaan post mortem atau pemeriksaan setelah pemotongan untuk memastikan daging layak konsumsi.(red/toh)






































