Pemkab Bojonegoro Borong Tiga Penghargaan Ekosistem Halal Nasional
Rabu, 06 Mei 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Penghargaan nasional kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kali ini dalam ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026 yang berlangsung di Universitas Brawijaya pada Selasa (05/05/2026) kemarin. Pemkab Bojonegoro sukses membawa pulang tiga penghargaan sekaligus atas komitmen pengembangan produk halal.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Setyo Wahono dalam acara yang mengusung tema Orchestrating the Halal Ecosystem. Adapun kategori yang berhasil diraih antara lain Silver Policy untuk komitmen kebijakan halal, Gold HE untuk pengembangan ekosistem halal, serta Bronze ICPE atas inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat di sektor halal.
Capaian ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Pemerintah daerah dinilai sangat aktif dalam mengakselerasi sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM di wilayahnya.
Bupati Setyo Wahono menyatakan bahwa pihaknya memang terus mendorong sertifikasi halal secara masif. Menurutnya, dalam persaingan pasar global saat ini, label halal telah bergeser fungsi menjadi standar mutu yang sangat diperhitungkan oleh konsumen.
“Melainkan menjadi standar kualitas dan instrumen pemasaran yang sangat kuat," ujar Wahono dengan tegas di hadapan para akademisi dan praktisi halal.
Wahono menekankan bahwa kepemilikan sertifikat halal membuat produk asli Bojonegoro memiliki daya saing yang sejajar dengan produk mancanegara. Selain aspek religi, hal ini memberikan jaminan keamanan bagi konsumen dunia yang kini semakin kritis terhadap etika produksi dan tingkat kebersihan suatu produk.
Keberhasilan memborong tiga penghargaan ini menjadi validasi bahwa program kolaborasi yang dijalankan di Bojonegoro telah berada di jalur yang tepat. Visi untuk mengangkat derajat pelaku usaha lokal kini mulai menunjukkan hasil yang konkret dan dapat dipertanggungjawabkan secara data.
"UMKM naik kelas bukan lagi sekadar jargon, tapi kenyataan yang kita upayakan bersama," tambahnya.
Bupati juga menitipkan pesan kepada para pelaku usaha di Bojonegoro agar prestasi ini tidak membuat mereka berpuas diri. Sebaliknya, penghargaan ini harus menjadi motivasi tambahan untuk menjaga konsistensi kualitas produk yang dihasilkan agar tetap diminati pasar.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Pemkab Bojonegoro dalam mendukung visi UMKM naik kelas. Ia menjelaskan bahwa ekosistem halal merupakan sistem yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebersihan sesuai prinsip Rahmatan lil 'Alamin.
Pihak Universitas Brawijaya juga menyatakan kesiapan mereka untuk terus mendukung melalui inovasi teknologi dan keberadaan Laboratorium Halal terakreditasi guna membangun sistem informasi halal yang transparan bagi publik.(red/toh)






































