Peningkatan Kualitas SDM
Sepanjang 2015 Peserta Pelatihan Kerja Mencapai 13.221 Orang
Senin, 18 Januari 2016 14:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menggenjot upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerahnya. Bonus demografi pada usia produktif harus dimaksimalkan dan dipersiapkan sebaik mungkin. Salah satu caranya memperbanyak kesempatan mengasah kompetensi melalui program pelatihan kerja, baik yang bersertifikasi maupun tidak.
Sepanjang 2015, Pemkab menargetkan 12.000 peserta pelatihan. Dari jumlah target itu berhasil direalisasikan 11.635 peserta yang dibiayai APBD Kabupaten Bojonegoro, 370 peserta dibiayai dana CSR, 240 peserta dibiayai APBN, dan 976 peserta dibiayai UPT BLK yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sehingga totalnya mencapai 13.221 peserta pelatihan.
Hal itu disampaikan Kasi Perluasan dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro Sugi Hartono, dalam rilis media Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Senin (18/01) pagi.
Sugi menambahkan, dari 23 jenis pelatihan yang diselenggarakan Disnakertransos, 11 di antaranya adalah jenis pelatihan kompetensi dengan mendapat sertifikat atau pengukuhan. Pelatihan itu antara lain cleaning service, las listrik, produk hasil pertanian, tata boga, servis AC, operator komputer, garmen, perhotelan, tata rias, pertukangan, serta pelatihan mesin produksi.
Sedangkan sisanya, 12 pelatihan non kompetensi yang diikuti seluruh warga Bojonegoro lulusan SMA sederajat sampai usia 55 tahun.
"Yang membahagiakan, dari 11 jenis pelatihan kompetensi ini hampir 60 persen peserta ternyata sudah bekerja. Kebanyakan mereka bekerja di luar Bojonegoro. Yang tebaru saja ada 100 orang lulusan pelatihan garmen kini bekerja di pabrik sepatu di Desa Bakung, Kecamatan Kanor," ujarnya.
Disebutkan pula oleh Sugi, pada 2016 ini pemerintah kabupaten menargetkan kembali pelatihan untuk kurang lebih 6.000 peserta. Dengan pelatihan ini diharapkan usia produktif di Bojonegoro bisa bekerja sesuai skil dan kemampuan mereka.
"Selain bekerja formal, mereka juga diharapkan dapat menciptakan peluang kerja bersama," tandasnya. (ver/tap)
*) Foto peserta pelatihan kerja disnakertransos

































.md.jpg)






