Mitos Warna Jingga pada Telur Tidak Menjamin Tingginya Kandungan Asam Lemak Sehat
Minggu, 07 Juni 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Anggapan masyarakat mengenai kualitas telur sering kali didasarkan pada tampilan visual bagian dalamnya. Banyak konsumen meyakini bahwa corak jingga atau oranye pekat pada bagian tengah telur menjadi bukti autentik bahwa produk tersebut merupakan jenis komoditas premium kaya gizi seperti telur omega 3. Namun, tinjauan ilmiah terbaru mematahkan persepsi tersebut dengan mengungkap fakta bahwa aspek rona visual dan pengayaan nutrisi merupakan dua hal yang mekanismenya berjalan secara terpisah.
Faktor utama yang mengontrol ketajaman warna di bagian tengah tersebut sebenarnya adalah zat pigmen bernama karotenoid yang diserap dari komponen pangan harian unggas. Berdasarkan publikasi ilmiah dalam Animal Nutrition, zat warna alami ini umumnya bersumber dari golongan xantofil seperti zeaxanthin dan lutein yang jamak ditemukan pada jagung, bunga marigold, hingga jenis cabai tertentu. Riset dari Czech Journal of Food Sciences bahkan membuktikan tingkat kepekatan warna tidak mencerminkan kadar gizinya secara linier, sebab telur dengan rona yang agak kalem terkadang justru menyimpan simpanan zat karotenoid yang jauh lebih melimpah.
Hal serupa berlaku pula pada proses pembentukan telur omega 3 di dalam tubuh ayam petelur. Kandungan asam lemak esensial tersebut murni melonjak karena adanya pasokan lemak sehat spesifik seperti minyak ikan maupun flaxseed ke dalam tempat pakan satwa, bukan disebabkan oleh manipulasi zat pewarna. Kajian pada jurnal Foods edisi 2021 memaparkan pemberian suplemen tepung biji rami sebesar 6 persen mampu mengerek tingkat n-3 PUFA pada pakan dasar dari 2,67 persen naik hingga kisaran 7,84 sampai 10,63 persen, tetapi modifikasi pakan ini tidak serta-merta mengubah drastis tampilan visual telur menjadi lebih jingga tanpa bantuan stimulan pigmen lain seperti ampas seabuckthorn atau wortel.
Melalui rincian data eksperimen tersebut, terkonfirmasi bahwa penampilan fisik yang pekat dapat saja direkayasa melalui penyesuaian pakan nabati biasa tanpa menyuntikkan manfaat asam lemak tambahan di dalamnya. Sebaliknya, varian telur omega 3 yang asli bisa saja memiliki tampilan yang cenderung pucat jika dalam ransum pakannya minim unsur pewarna merah jingga. Oleh sebab itu, satu-satunya metode paling valid bagi para konsumen untuk memverifikasi keaslian nilai gizi komoditas pangan ini adalah dengan membaca tabel informasi nutrisi resmi yang tertera di bagian luar wadah kemasan.



.sm.jpg)








.sm.jpg)























