Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jawa Timur
Rabu, 03 Juni 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menggelar agenda seleksi berkas dan kompetensi dalam rangka keberlanjutan program Beasiswa PWNU Jatim, Minggu (31/05/2026).
Dalam realisasinya, program bantuan studi ini menjalin kemitraan strategis bersama tujuh belas Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, serta Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Kuota seleksi tahap ini menyaring sekitar 10 persen pendaftar dari total 5.842 siswa peminat yang dinyatakan lolos verifikasi dokumen administratif.
Ketua Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia PWNU Jatim, Prof Maskuri Bakri, menjelaskan bahwa tahapan ujian kali ini diikuti oleh 603 pelajar.
“Seleksi hari ini yang diikuti 603 siswa itu untuk 10 PTN. Ada satu PTN yang sudah melaksanakan seleksi pada minggu lalu yakni UTM. Bagi mereka yang tidak lolos masih ada PTNU yang bisa menjadi solusi yakni Unisma, Unusa, dan sebagainya,” katanya, Rabu (03/06/2026).
Berdasarkan data sebaran peminat, dari enam ratus tiga peserta yang bertarung, komposisi pilihan universitas tujuan didominasi oleh Unesa sebanyak empat ratus lima puluh tujuh siswa. Selanjutnya diikuti oleh UINSA empat puluh enam siswa, UPN delapan belas siswa, ITS empat belas siswa, UB sepuluh siswa, UIN Kediri delapan siswa, UTM delapan siswa, Unair tujuh siswa, UIN KHAS enam siswa, serta Polinema dan Unisma masing-masing tiga siswa.
Proses penyaringan kompetensi ini menitikberatkan pada jalur prestasi keagamaan yang mencakup kecakapan membaca kitab kuning, Musabaqah Tilawatil Quran, hingga hafalan Al-Quran atau tahfidz.
“Semuanya mengikuti seleksi prestasi dari Tim PWNU Jatim yang meliputi kemampuan baca kitab, MTQ, dan tahfidz (hafalan Al-Qur’an). Dari 603 siswa itu ada 344 siswa dengan prestasi baca kitab, 175 siswa dengan prestasi tahfidz, dan 19 siswa dengan prestasi MTQ,” katanya.
Langkah taktis yang digagas oleh struktur wilayah NU Jatim tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang guna menyongsong lahirnya Generasi Emas 2045 yang memiliki fondasi akhlak mutmainah dan karakter kuat. Seluruh rangkaian pendaftaran hingga kelulusan dipastikan tidak memungut biaya operasional dari peserta. Pihak penyelenggara mengimbau agar wali murid serta calon mahasiswa waspada terhadap potensi penipuan dari pihak luar yang menjanjikan kelulusan instan.
“Tahun-tahun sebelumnya, kami sudah memberikan sanksi kepada oknum yang tidak bertanggungjawab itu,” terangnya.
Melalui skema beasiswa ini, jebolan program diharapkan mampu bertransformasi menjadi representasi atau duta pemikiran NU yang siap bersaing secara global di berbagai sektor disiplin ilmu ke ke depan.
“Kami rindu dengan generasi NU ke depan yang berkualitas di segala bidang, kreatif, produktif, dan plus karakter tadi, sehingga tidak hanya memiliki kemampuan kompetitif, tapi kemampuan komparatif dari aspek karakter,” ungkapnya.
Di samping menjalankan perkuliahan reguler di masing-masing kampus tujuan, para penerima manfaat nantinya diwajibkan masuk dalam sistem pembinaan kader internal yang dipantau berkala oleh pengurus wilayah.
“Tahun lalu, kami sudah memiliki seribu kader Aswaja pada sejumlah PTN/PTNU, bahkan ada yang aktif di lembaga-lembaga binaan PWNU Jatim” pungkasnya.










.sm.jpg)


























