Tips Mendidik Anak TK Berkarakter Baik, Mulai dari Keteladanan hingga 4 Kata Ajaib
Senin, 08 Juni 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Pendidikan karakter pada anak tidak dapat dibentuk secara instan. Dibutuhkan proses panjang, keteladanan, serta sinergi antara sekolah dan keluarga agar nilai-nilai positif dapat tumbuh dan melekat dalam diri anak sejak usia dini. Fondasi karakter yang kuat pada anak usia taman kanak-kanak sangat bergantung pada bagaimana orang dewasa di sekitarnya memberikan arahan dan kebiasaan positif setiap hari.
Kepala TK Dharma Wanita Kabunan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Siti Mualifah menjelaskan bahwa guru TK memiliki peran sebagai arsitek karakter yang setiap hari mendampingi dan mengarahkan anak-anak dalam berbagai aktivitas pembiasaan positif. Namun, sebelum menanamkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik, orang dewasa baik guru maupun orang tua harus lebih dahulu mampu menjadi teladan yang nyata.
"Karakter tidak bisa langsung menular kepada anak. Karakter itu harus tercermin terlebih dahulu dalam diri guru. Guru menjadi cermin dan teladan bagi anak-anak," ujar Siti Mualifah.
Menurut perempuan yang telah mengabdikan diri selama 20 tahun sebagai pendidik ini, salah satu tips utama dalam membentuk karakter anak adalah melalui rutinitas dan pembiasaan sejak dini. Di sekolah, hal ini bisa dimulai dari kegiatan keagamaan seperti salat dhuha bersama, murojaah surat pendek, menghafal doa-doa harian, hingga hafalan hadis pendek untuk menumbuhkan karakter religius.
Selain nilai religius, pembentukan karakter juga harus menyasar pada sikap sosial dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu diajarkan budaya antre, mulai dari hal sederhana seperti melepas dan menaruh sepatu pada tempatnya secara tertib hingga menunggu giliran dalam berbagai kegiatan. Simulasi tentang sopan santun kepada orang tua, cara menghargai orang lain, serta penerapan kedisiplinan dengan penuh kasih sayang juga menjadi kunci penting.
Mendidik karakter juga dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari di rumah. Orang tua dapat melibatkan anak dalam simulasi menerima dan menjamu tamu, membantu pekerjaan rumah ringan seperti mencuci piring, hingga menanamkan nilai kejujuran ketika mereka menemukan barang yang bukan miliknya.
"Karakter anak akan tumbuh pelan tetapi pasti. Prosesnya panjang dan sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diterima anak setiap hari," jelasnya.
Siti Mualifah menambahkan, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada lingkungan sekolah. Dukungan dan apresiasi orang tua terhadap setiap perkembangan positif sekecil apa pun sangat penting untuk membangun kepercayaan diri anak.
Sebagai langkah praktis di rumah, ia mengajak seluruh orang tua untuk terus memberikan contoh perilaku yang baik serta membiasakan penggunaan empat kata ajaib dalam komunikasi sehari-hari bersama anak, yaitu maaf, minta tolong, terima kasih, dan permisi.
"Guru harus memiliki akhlak, ilmu, dan sikap yang mulia agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dapat dibawa dan diterapkan anak hingga di lingkungan keluarga maupun masyarakat," pungkas Siti Mualifah.
Editor: Mohamad Tohir




.sm.jpg)








.sm.jpg)






















