Harga Daging Ayam Naik, Pedagang Mamin Merugi
Rabu, 19 Agustus 2015 13:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh: Nasruli Chusna
Padangan - Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional merangkak naik. Hal ini dikeluhkan oleh pedagang makanan dan minuman (mamin) di Bojonegoro. Terutama pemilik rumah makan yang menyediakan menu utama dari daging binatang unggas itu.
Pemilik Depot Isti, Istiqomah (40), Desa/Kecamatan Padangan mengatakan naiknya harga daging ayam cukup berdampak pada bisnisnya. Pasalnya kenaikan yang terjadi akhir-akhir ini cukup signifikan. Sehingga dia harus memutar otak agar depot miliknya tetap untung.
"Sedikit banyak pasti mengalami kerugian, karena naiknya juga lumayan tinggi," kata dia sembari melayani pelanggan.
Perempuan berjilban itu menjelaskan untuk menaikkan harga makanan belum bisa. Sebab pelanggan sudah terbiasa dengan harga yang sekarang. Sementara untuk mengurangi porsi atau bumbu, lanjut dia, dikhawatirkan dapat merubah rasa dari makanan masakannya.
Di lain tempat, Munirul Hakim (36), pedagang daging ayam di Pasar Cendono, Kecamatan Padangan, menerangkan bahwa ayam potong yang semula harganya Rp. 40 ribu naik menjadi Rp. 45 ribu. Sedangkan untuk dagim ayam kampung dari harga Rp. 90 ribu, naik menjadi Rp. 95 ribu.
"Kemungkinan bisa naik lagi waktu idul adha," pungkas Munir mengira-ngira. (rul/inc)































.md.jpg)






