Paham Radikal Agama Harus Diwaspadai
Rabu, 19 Agustus 2015 14:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh: Nasruli Chusna
Kota - Penyebaran paham radikal agama di Kabupaten Bojonegoro harus selalu diwaspadai. Sebab, aksi amoral dan anarkis, seperti yang nyata-nyata ditunjukkan kelompok negara Islam Irak & Syuriah (ISIS), kerap kali muncul ke permukaan publik. Tentu saja aksi itu dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Arus industrialisasi di Bojonegoro menarik orang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, untuk singgah ke sini," jelas Kepala Kementerian Agama Bojonegoro, Much. Munir.
Pria asal Kecamatan Kepohbaru itu menambahkan keterangan bahwa penyebaran paham radikal agama di Bojonegoro masih tergolong aman. Hanya saja, lanjut dia, pihak terkait harus tetap melakukan tindakan pencegahan. Sebab itu, Kemenag Bojonegoro sampai saat ini selalu melakukan penguatan-penguatan di Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di 28 Kecamatan.
Tindakan preventif terhadap penyebaran paham radikal agama juga menjadi perhatian Polres Bojonegoro. Di antaranya adalah dengan merutinkan keliling pada shalat jum'at setiap pekan di masjid-masjid dan sebulan sekali tiap hari minggu di gereja-gereja. Untuk sementara ini, agenda tersebut masih dipusatkan di wilayah Bojonegoro kota. Aktivitas keliling itu, tentu saja, cukup berguna untuk memantau dan melaporkan kondisi keamanan masyarakat di Bojonegoro.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendry Fiuser, memberikan keterangan bahwa pihak kepolisian akan terus menggiatkan rutinitas tersebut. Sehingga masyarakat di Kota Ledre dapat menjalankan keyakinan dengan tenang, sesuai Undang-undang Dasar (UUD) dan Pancasila.
"Iya. Ini upaya dari kami untuk turun ke bawah. Harapannya supaya dapat menjawab keresahan warga. Termasuk soal penyebaran paham radikal seperti ISIS kemarin itu," jelas pria asal Riau itu. (rul/moha)































.md.jpg)






