Kemarau Panjang, Desa Sari Rejo Tetap Panen
Rabu, 19 Agustus 2015 18:00 WIBOleh Khoirul Anam
Balen- Kemarau panjang kali ini menyebabkan para petani di Bojonegoro terancam gagal panen. Tapi tidak menutup kemungkinan banyak pula desa yang tetap bisa memanen hasil tanamannya. Salah satunya adalah Desa Sarirejo, Kecamatan Balen. Desa yang berada di tepi aliran Bengawan Solo ini tetap bisa merasakan hasil panen padi.
Hal menggembirakan itu dapat terjadi karena petani Desa Sarirejo tetap memilih untuk tidak membiarkan lahan sawahnya bero (tidak ditanami) meskipun kemarau. Pasalnya, lahan sawah di Sarirejo kerap mengalami kebanjiran dari sungai Bengawan Solo saat musim penghujan sehingga kemungkinan tidak panen lebih terbuka lebar.
"Sekitar 200 hektar lahan persawahan di Desa Sari Rejo pada musim kemarau tahun ini panen semua. Ada juga beberapa yang tidak panen. Itu karena terkena potong leher," terang salah satu petani, Amin Suroto, kepada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com.
Amin Suroto menambahkan, penyakit potong leher yang menyebabkan tanaman padi rusak itu diperparah dengan meluapnya harga pupuk di musim kemarau ini.
"Pemerintah mestinya mecarikan solusi buat petani, agar pupuk tidak langka dan mahal. Supaya petani di Bojonegoro masih menjadi pemasok beras lokal," demikian keluh petani 35 tahun tersebut kepada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com.(nam/moha)































.md.jpg)






