Musim Kering Datang Awal, Petani Kesulitan Tanam Kedelai
Kamis, 20 Agustus 2015 11:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Balen – Petani di Kecamatan Balen banyak yang tidak bisa menanam kedelai pada musim kemarau tahun ini. Dari luas lahan persawahan yang ada hanya delapan puluh persen yang bisa ditanami kedelai dan selebihnya dua puluh persen lahan tidak bisa ditanami kedelai karena tanahnya kering dan retak. Akhirnya lahan itu dibiarkan tidak tergarap atau bero.
Musim kemarau tahun ini datang lebih awal dan diperkirakan lebih panjang yakni hingga Desember. Kondisi demikian yang membuat sebagian petani sulit menebak cuaca dan gagal tanam. Pada musim kemarau ini para petani diimbau menanam palawija seperti kedelai, kacang hijau, dan jagung.
Menurut Marjuki, Mantri Pertanian Kecamatan Balen, petani memang mulai menanam kedelai di lahan persawahan. Namun, kata dia, tidak semua lahan itu bisa ditanami kedelai karena kekeringan. Lahan yang bisa ditanami kedelai seluas 2.320 hektare. Sedangkan, targetnya semula lahan yang bisa ditanami kedelai 5.353 hektare.
“Lahan persawahan yang bisa ditanami padi memang berkurang,” ujar Marjuki.
Menurutnya, dengan berkurangnya lahan persawahan yang bisa ditanami kedelai maka dipastikan hasil panen kedelai pada musim kemarau tahun ini juga menurun. Untuk memaksimalkan hasil panen kedelai, penyuluh pertanian Kecamatan Balen juga telah mengimbau pada petani agar menggunakan pupuk organik dan merawat tanaman kedelai dengan baik.
Ia mengatakan, saat ini hasil panen kedelai dari para petani lokal belum mampu mencukupi kebutuhan di pasaran. Akibatnya, saat ini pemerintah masih mengimpor kedelai dari Amerika Serikat untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri. Dampaknya, pada saat kurs mata uang dolar naik berimbas pada naiknya harga kedelai impor tersebut. (nam/kik)































.md.jpg)






