Jenazah Bocah Tenggelam Ditemukan di Sarirejo, Balen
Rabu, 16 Maret 2016 13:00 WIBOleh M Nur Khozin dan Betty Aulia
Oleh M Nur Khozin dan Betty Aulia
Balen-Jasad siswa kelas 3 SD yang diduga tenggelam sejak Senin (14/03) kemarin, ditemukan terdampar di tepian Bengawan Solo turut wilayah Kecamatan Balen, pagi hari ini, Rabu (16/03). Penemuan ini membenarkan dugaan bahwa Daffin (10), bocah SD malang itu, benar-benar terseret arus sungai terpanjang se Jawa ini.
Penemuan jasad bocah yang dikabarkan menderita autis tersebut terjadi pada pagi pukul 06.30 WIB saat Jumani (52), seorang tukang perahu, warga Desa Sarirejo Kecamatan Balen, sedang menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Saat menyeberangkan warga dengan perahunya itulah Jumani dikagetkan dengan sesosok tubuh yang mengapung di tepi sungai yang kemudian diketahui adalah Daffin, si bocah yang diduga tenggelam kemarin. Jasad bocah kelas 3 SD itu sebagian menempel di tanah tepi sungai tepat turut pekarangan depan rumah Tarmuji, warga Desa Sarirejo Kecamatan Balen.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya Tim SAR dari BPBD Bojonegoro telah melakukan pencarian terhadap korban diduga tenggelam tersebut sejak Selasa kemarin. Karena hingga jelang malam pencarian tak kunjung menemukan hasil, Tim SAR menghentikannya dan dilanjut lagi hari ini. Ternyata sebelum pencarian kembali dilakukan, jasad Daffin sudah ditemukan. Jaffin, bocah kelas 3 SD yang merupakan warga Perumda blok E No. 18, Kecamatan Bojonegoro, itu dinyatakan hilang pada hari Senin dan diduga tenggelam di sungai Bengawan Solo.
Baca Bocah Kelas 3 SD Diduga Tenggelam di Bengawan Solo
Baca Juga Tim SAR Belum Temukan Anak Diduga Tenggelam di Bengawan Solo
Kepala Desa Sarirejo, Arif Rohman SH, kepada beritabojonegoro.com (BBC) membenarkan penemuan tersebut, bahwa warganya yang bernama Jumain menemukan jasad bocah yang mengapung di tepi sungai turut Desa Sarirejo.
“Iya benar. Mayat bocah ini diduga adalah warga Perumda Bojonegoro," ujar Arif.
Mengetahui bahwa yang dilihatnya adalah benar-benar jasad manusia, Jumani segera menepikannya ke pekarangan rumah terdekat lalu mengubungi perangkat desa yang langsung diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Sarirejo, Brigadir Nasta’in.
Kepada BBC, Brigadir Nastai’in memberikan keterangan bahwa dirinya segera datang ke lokasi penemuan mayat ketika laporan dari perangkat desa Sarirejo dia terima dan langsung melakukan olah TKP bersama petugas lainnya. “Setelah melakukan olah TKP, kami mengevakuasi jenazah dan menghubungi Tim identifikasi Polres Bojonegoro,” terang Nasta’in.
Selanjutnya, jenazah Daffa dibawa ke kamar jenazah RSUD Sosodorojatikusumo untuk dilakukan visum.
“Berdasar hasil visum, korban tidak mengalami luka-luka, meninggalnya murni akibat tenggelam.
Kemungkinan terpeleset dari pinggir bengawan. Diperkirakan tidak bisa berenang sehingga tenggelam dan meninggal,” terang Brigadir Nastain.
Sementara itu, dokter jaga RSUD Bojonegoro dr. Sarjono membenarkan tentang hasil visum itu saat dimintai keterangan BBC. “Iya, dia (korban) tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban langsung dimandikan dan dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan,” terangnya. (zin-ety/moha)































.md.jpg)






