Musim Kemarau, Petani Kedelai Tak Pusing Soal Air
Sabtu, 22 Agustus 2015 12:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Sumberrejo - Panas terik matahari sangat menuengat di persawahan Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro. Namun daun-daun hijau tanaman kedelai membentang luas cukup menyegarkan mata.
Puluhan hektar lahan persawahan itu rata dengan tanaman kedelai yang nampak sudah berumur sekitar dua bulan. Sementara itu, di dekat area persawahan itu terdapat aliran sungai yang kondisinya kering kerontang. Dapat dipastikan bahwa tidak ada cukup air untuk tanaman kedelai itu.
Tapi, Para petani tidak mengacuhkan kondisi itu. Karena, seperti menurut Hasan (40), petani di Desa itu, tanaman kedelai tak membutuhkan banyak air. Hasan memberikan keterangan bahwa mayoritas petani di desa itu adalah petani kedelai di musim kemarau.
"Di sini itu, kalau musim kemarau, (orang-orang) pada menanam kedelai semua. Sebab tanaman kedelai itu bisa hidup tanpa diairi. Cukup dikasih pupuk secukupnya saja," ujarnya kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.Com.
Hasan menambahkah bahwa kalau musim kemarau tiba, petani di Ngampal tidak ambil pusing. Meski demikian, Hasan tetap berusaha. Dia bahkan sudah berupaya melakukan pengeboran di tanah persawahan, namun tidak bisa keluar airnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh petani Desa Ngampal lain, Tompo (50). Lelaki paruh baya ini mengaku bahwa dia juga tidak ambil pusing dengan kemarau sebab tanaman kedelai tak membutuhkan banyak air.
"Kami tidak bingung bila musim kemarau tiba. Sebab kami masih bisa bercocok tanam dan memanen hasil tanaman kami," pungka Tompo [yud/ moha]































.md.jpg)






