Komisi A : Tidak Ada Alasan Mengundur Pembuatan Sodetan di Temayang
Jumat, 15 April 2016 19:00 WIBOleh Betty Aulia
Oleh Betty Aulia
Kota – Pada musim penghujan ini, banjir memang sudah menjadi hal yang biasa di Bojonegoro. Di Kedewan dan Kasiman, apalagi Temayang, beberapa kali terjadi banjir bandang yang mengakibatkan warga menanggung kerugian tidak kecil. Rencananya, untuk menanggulangi bencana tersebut, akan dibuat sodetan di Temayang. Komisi A DPRD menggelar pertemuan bersama dengan pihak BPBD, Perhutani, Camat Temayang, dan beberapa pejabat Pemerintahan Desa di Kecamatan Temayang, siang hari ini, Jumat (15/04), membahas rencana pembuatan sodetan itu.
Baca Banjir Bandang di Temayang Robohkan Empat Rumah
Baca juga Lagi, Banjir Bandang Terjang Temayang
Rapat yang dipimpin ketua Komisi A Sugeng Hari Anggoro, menyuarakan kesiapan untuk mendukung terealisasinya pembuatan sodetan. Karena setelah melakukan pengamatan, sungai yang ada di daerah Temayang sudah tidak mampu lagi menahan debit air yang terus naik. Sehingga air tersebut meluap di permukiman warga.
“Pembuatan sodetan ini harus segera terealisasi, mengingat bahwa pada saat ini sudah memasuki musim penghujan,” ujar Sugeng Hari Anggoro.
Selain itu pihak legislatif sudah mempersiapkan dana sekitar Rp 12 miliar untuk mendukung pembuatan sodetan tersebut, dan beberapa alat berat juga sudah disiapkan. Sehingga pihak legislatif berharap pembuatan sodetan ini segera terealisasi tanpa menunggu terlalu lama.
“Untuk masalah dana kami telah berupaya untuk menganggarkan sekitar Rp 12 miliar, sehingga tidak ada alasan untuk mengundur pembuatan sodetan tersebut,” tuturnya.
Selain itu menurut keterangan Andik Sujarwo selaku Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, program ini sangat bagus dan pihak BPBD sangat mendukung rencana itu. Sebab, mengingat peristiwa sejak akhir 2015 lalu terjadi beberapa kali bencana banjir bandang yang merugikan masyarakat di Temayang.
“Kami sangat mendukung adanya pembuatan sodetan ini, supaya bencana banjir bandang setiap hujan deras dapat diminimalisir, karena sekali banjir bandang terjadi, kerugian yang ditanggung nominalnya luar biasa, sekitar Rp 1 miliar setiap datangnya banjir,” kata Andik Sujarwo saat dimintai keterangan beritabojonegoro.com (BBC).
Camat Temayang, Muchlisin, juga mengungkapkan bahwa pembuatan sodetan ini harus segera terealisasi, apalagi masyarakat pun juga sangat antusias mendukung.
“Untuk masyarakat sekitar sangat antusias dalam rencana pembuatan sodetan tersebut, dan masyarakat siap melakukan gotong royong,” ungkap Muchlisin. (ety/moha)
Baca Juga Warga Sugihan Berharap Aliran Kali Soko Dipindah ke Hutan































.md.jpg)






