BPBD Evakuasi Jenazah Orang Hanyut di Bengawan Solo Wilayah Kalitidu
Minggu, 17 April 2016 14:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menerjunkan Tim SAR untuk mencari orang hanyut di aliran sungai Bengawan Solo wilayah Kecamatan Kalitidu. Pencarian itu dilakukan setelah BPBD menerima laporan adanya orang hanyut di Desa Sukoharjo Kecamatan Kalitidu pada pukul 11.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, jenazah berhasil ditemukan sekira pukul 12.23 WIB.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, memberikan keterangan kepada beritabojonegoro.com (BBC), awalnya pihaknya menerima laporan dari warga bernama Sukadi yang kebetulan adalan anggota Pelindung Masyarakat (Linmas) Desa Brenggolo Kecamatan Malo, pada pukul 11.00 WIB, bahwa dia melihat jenazah mengapung di Bengawan Solo turut wilayah Desa Sukoharjo Kecamatan Kalitidu.
“Kami menerima laporan dari Sukadi yang juga anggota Linmas Desa Brenggolo. Dia melihat jenazah terapung di sungai Bengawan Solo, BPBD langsung menerjunkan Tim SAR,” kata Sukirno menjelaskan saat dihubungi BBC melalui sambungan seluler, Minggu (17/04) pada pukul 13.03 WIB.
Satu perahu karet dan 6 personel diterjunkan oleh BPBD yang langsung dipimpin oleh Sukirno. Pencarian dilakukan mulai dari Bendungan Gerak turut Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu. “Pencarian dimulai dari Bendung Gerak menuju hulu," terang Sukirno.
Sekitar 1 jam kemudian, pencarian Tim SAR BPBD Bojonegoro membuahkan hasil. Mereka berhasil menemukan jenazah orang hanyut tersebut di aliran Bengawan Solo turut wilayah Kecamatan Malo.
Masih kata Sukirno, jenazah segera dievakuasi ke tambangan Desa Mojosari untuk selanjutnya dikirim ke RSUD Sosodoro Jatikusumo menggunakan Ambulans RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro yang dikemudikan Dokpol Agus Pribadi, untuk dilakukan otopsi.
Saat jenazah ditemukan pada pukul 12.23 WIB, dia segera melaju dengan Ambulans ke lokasi. Belum diketahui identitas jenazah tersebut. Namun Sukirno menjelaskan ada ciri-ciri yang bisa dijadikan tanda untuk mengenali jenazah. “Adapun ciri - ciri jenazah sebagai berikut; laki – laki, pakai baju merah, celana hitam pendek dan kondisi tubuh jenazah sudah membengkak, wajah sulit dikenali, diperkirakan telah lama tenggelam,” kata Sukirno menjelaskan.
Sukirno menyampaikan, apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri seperti tersebut, dapat menghubungi pihak RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.(pin/moha)






































