Operasi Anti Narkoba di Lapas Kelas II A Bojonegoro
Tes Urine 80 Narapidana Hasilnya Negatif
Rabu, 20 April 2016 22:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota – Tes urine yang dilakukan oleh Dokpol RS Bhayangkara terhadap 80 narapidana di Lapas kelas II A Bojonegoro hasilnya negetif. Sempat sebelumnya ada 3 yang dinyatakan positif, tetapi setelah dilakukan tes ulang untuk memastikan, ternyata negatif.
Sebagaimana diberitakan beritabojonegoro.com (BBC), operasi narkoba oleh gabungan antara Polres, Kodim 0813, dan Satpol PP digelar di Lapas kelas II A Bojonegoro, kemarin, Selasa (19/04). Selain diperiksa kamar-kamar apakah terdapat benda-benda mencurigakan khususnya narkoba, juga dilakukan tes urine untuk memastikan apakah ada napi yang positif memakai atau tidak.
Baca Operasi Anti Narkoba Digelar di Dalam Lapas Bojonegoro
Kepala Lapas Bojonegoro Basyir Ramlan mengungkapkan bahwa sebenarnya setelah dilakukan tes urine, pada awalnya terdapat 3 napi yang dinyatakan positif. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lagi, hasil tersebut diketahui berasal dari obat - obatan biasa, yang diminum oleh napi karena sedang sakit.
''Ternyata itu dari obat batuk yang mereka minum karena ketiga napi itu memang sedang sakit,'' ujarnya kepada BBC, Rabu (20/04).
Basyir menilai, hasil operasi kali ini telah jauh lebih baik dibandingkan operasi pertama pada Maret lalu dengan temuan 13 napi positif narkoba dan ada 18 HP ditemukan di kamar tahanan. Sementara pada operasi kali ini, tidak ditemukan napi yang benar - benar mengkonsumsi narkoba dan tidak ada temuan barang terlarang di dalam kamar tahanan.
''Setelah diperiksa, digeledah tiap kamar, hanya ditemukan gunting, baterai, sendok, serta kabel cas HP,'' lanjut Kalapas.
Sementara itu, untuk 13 napi yang dinyatakan positif pada operasi pertama bulan Maret lalu, saat ini telah di tes kembali dan 2 di antaranya dinyatakan bebas dari narkoba. Sedangkan untuk 11 lainnya, telah dipindah ke Lapas kelas ll Kabupaten Madiun.
“Kami telah pindahkan 11 napi yang positif tersebut, untuk memutus jaringan mereka dengan yang ada di sini,'' pungkas Basyir. (pin/moha)































.md.jpg)






