Pedagang Keluhkan Mahalnya Harga Ayam dari Peternak
Rabu, 26 Agustus 2015 08:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Kapas – Sejumlah pedagang daging ayam di Pasar Kapas dan Pasar Sumberejo mengeluhkan mahalnya harga ayam dari para peternak. Harga ayam jawa naik sekitar Rp3.000 sampai Rp5.000 per kilogram dari sebelumnya.
Menurut Mariatun, 43, pedagang daging ayam di Pasar Kapas, harga daging ayam dari para peternak sebelumnya di kisaran Rp15.000 per kilogram. Namun kini, kata dia, harga daging ayam itu naik menjadi Rp20.000 per kilogram.
“Meski harga daging ayam naik dari peternak, para pedagang daging di pasar belum menaikkan harga ke pembeli. Sebab, kami khawatir pembeli enggan membeli daging ayam,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Rabu (26/08).
Ia menuturkan, daging ayam di pasaran itu dijual seharga Rp25.000 hingga Rp27.000 per kilogram. Daging ayam itu sudah dibersihkan dan sudah siap dimasak. Biasanya, kata dia, saat musim haji seperti sekarang ini masyarakat yang membeli daging ayam naik. Tetapi, kata dia, sekarang masih terlihat biasa.
Sementara itu menurut peternak, Sidik Purnomo, di Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen, mahalnya harga ayam saat ini disebabkan hasil panen ayam dari peternak jauh dari kata memuaskan karena cuaca yang tidak mendukung.
“Cuaca pada siang hari sangat panas dan pada malam hari terlalu dingin. Kondisi itu membuat ayam mudah sakit atau mati,” ujarnya.
Menurutnya, banyak ayam yang gering saat musim kemarau yang panas seperti saat ini. Baik ayam potong maupun ayam lokal jawa yang dipelihara di kandang harus mendapatkan perawatanan dan pakanan ekstra agar tetap sehat dan berkembang. Kondisi itu yang juga membuat harga ayam di pasaran kini naik. (ori/kik)































.md.jpg)






