Pengunjung Air Terjun Kedung Maor Bertambah Banyak
Rabu, 26 Agustus 2015 11:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Temayang – Air terjun Kedung Maor di tengah kawasan hutan masuk Desa Kedung Sumber, Kecamatan Temayang, memang menawarkan daya tarik wisata alam yang memesona. Buktinya, meski setelah ada kejadian terenggutnya dua remaja di lokasi wisata alam itu, pengunjung yang datang ke lokasi itu bukannya menurun. Bahkan, pada hari tertentu seperti hari Sabtu dan Minggu, pengunjungnya semakin bertambah.
Masyarakat baik dari Bojonegoro maupun luar daerah penasaran dengan kawasan air terjun Kedung Maor itu. Setelah ditutup, lokasi air terjun Kedung Maor yang disebut juga gran canyonnya Bojonegoro itu mulai dibuka pada Rabu (19/08). Pengunjung terutama kalangan remaja banyak yang menikmati hawa sejuk di sekitar kawasan air terjun Kedung Maor tersebut.
Menurut Imam, penjaga parkir di lokasi wisata air terjun Kedung Maor, setelah kejadian terenggutnya dua remaja lokasi air terjun Kedung Maor sempat ditutup. Kemudian, dibuka lagi dan ternyata pengunjungnya semakin membeludak.
“Pengunjung bukannya jera, tetapi malah penasaran ingin tahu wisata alam air terjun Kedung Maor ini. Pada hari Sabtu dan Minggu pengunjungnya sangat banyak,” tutur pemuda asli Desa Kedung Sumber tersebut pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Rabu (25/08).
Menurutnya, rencananya lokasi wisata air terjun Kedung Maor ini akan dikembangkan menjadi objek wisata dan dibangun sarana dan prasarananya. Untuk mengantisipasi kejadian tenggelam tidak terulang lagi, kini pihak pengelola air terjun Kedung Maor membuat papan pengumuman berisi tulisan,”Pengunjung dilarang mandi atau berenang,” di sekitar lokasi. Pengelolaan wisata alam air terjun Kedung Maor ini dilakukan oleh Karang Taruna Desa Kedung Sumber.
Imam mengungkapkan, daya tarik wisata alam Kedung Maor nantinya akan semakin bertambah seiring adanya pembangunan Waduk Gongseng. Lokasi waduk itu tidak seberapa jauh dari lokasi wisata alam air terjun Kedung Maor. “Rencananya pembangunan objek wisata Kedung Maor dilakukan setelah selesai pembangunan Waduk Gongseng,” tuturnya.
Menurutnya, dengan adanya sejumlah objek wisata seperti air terjun Kedung Maor, Waduk Pacal, dan Waduk Gongseng ini diharapkan dapat menarik wisatawan baik dari Bojonegoro dan luar Bojonegoro untuk datang ke Temayang. Dengan begitu, kata dia, diharapkan dapat menggerakkan perekonomian dan meningkatkan perekonomian warga setempat.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Amir Sahid, lokasi wisata alam air terjun Kedung Maor itu berada di tengah hutan wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani Bojonegoro.
“Air terjun Kedung Maor itu memang punya daya tarik yang bagus dan bisa dikembangkan menjadi objek wisata. Namun, kata dia, untuk pengembangannya memerlukan kerja sama dan kesepahaman antara pihak Pemkab Bojonegoro, Perhutani, pihak kecamatan dan pihak desa,” ujarnya.
Menurutnya, pihak Disbudpar saat ini memang sedang melakukan studi kelayakan untuk mengkaji wisata alam air terjun Kedung Maor itu menjadi objek wisata. Misalnya kajian mengenai potensi wisatanya, keamanan bagi pengunjung, sarana dan prasarana pendukungnya, serta dampak ekonomi bagi pemerintah dan masyarakat setempat. (nam/kik)































.md.jpg)






