Kemarau, Berkah Bagi Para Pencari Ikan Bendung Gerak
Rabu, 26 Agustus 2015 17:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kalitidu - Di musim kemarau, objek wisata Bendungan Gerak di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, menjadi berkah bagi para pencari ikan.
Debit air Bengawan Solo yang berkurang di musim kemarau memudahkan usaha para pencari ikan. Meski hanya dengan cara tradisional, yakni dengan waring (alat tangkap terbuat dari anyaman bambu), ikan tidak sulit ditangkap.
Arif, salah satu penangkap ikan, mengatakan bahwa dia mendapat cukup banyak tangkapan dalam sehari. "Setiap harinya kami mendapat 20 bak cat besar. Beratnya sekitar dua ton," kata warga Ngringinrejo tersebut kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com.
Bapak dua anak tersebut menambahkan keterangannya bahwa setiap harinya para pencari ikan bisa membawa pulang uang hasil jualan ikan kisaran Rp400.000. Satu bak dihargai sebesar Rp80.000. Untuk eceran, memakai ukuran gayung (jebor). Pergayung dijual dengan harga Rp5000.
Pembeli ikan adalah para pengunjung bendungan. paling ramai biasanya di hari libur, seperti hari Minggu. Pengunjung tidak hanya dari Bojonegoro, melainkan dari luar kota juga ada, seperti Cepu dan Tuban.
Selain para penangkap ikan, juga ada para pemancing. Selain karena hobi, mereka biasanya sedang memanfaatkan waktu luang di tengah kesibukannya. Seperti yang dilakukan Badrun, warga desa Padang, Kecamatan Trucuk.
"Saya setiap hari memancing di bendungan untuk mencari kesibukan di sela-sela waktu yang saya miliki," kata Badrun kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com.(nam/moha)































.md.jpg)






