Pemkab Beri Insentif Perusahaan Berani Buka Usaha di Desa
Senin, 16 Mei 2016 11:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kota – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberikan insentif bagi perusahaan yang mau membuka lapangan usaha di pedesaan. Insentif yang diberikan itu mulai memberikan kemudahan perizinan, pembebasan pajak daerah, membangun infrastruktur, hingga menerapkan upah minimum pedesaan.
Menurut Bupati Bojonegoro, Suyoto, atau yang akrab disapa Kang Yoto, insentif itu diberikan bagi perusahaan yang mau membuka usaha di pedesaan yang selama ini dianggap sebagai kantong kemiskinan. “Pemkab Bojonegoro akan memberikan insentif itu,” ujarnya pada BeritaBojonegoro.com, Senin (16/05).
Menurutnya, beberapa perusahaan telah mendirikan pabrik di pedesaan di antaranya pabrik sepatu di Kanor. Selain itu, perusahaan juga didorong mendirikan usaha di Kedungadem, Trucuk, Padangan, dan lainnya.
Menurut Kang Yoto, warga di pedesaan lebih senang bila bisa bekerja di kampungnya sendiri dan tidak perlu bekerja di kota seperti Surabaya. Sebab, biaya untuk tinggal di kota besar dan biaya pulang juga cukup banyak.
“Mereka lebih senang dapat gaji misalnya Rp1 juta tetapi di kampungnya sendiri, ketimbang bekerja di Surabaya dengan gaji Rp2 juta. Sebab, biaya hidup di Surabaya itu ya sekitar Rp1 juta per bulan, belum lain-lain,” ujarnya.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan, kata Kang Yoto, pihak Pemkab Bojonegoro juga akan menggelar investor day bersama sejumlah bank dan perusahaan. “Jadi semua harus tumbuh, perekonomian masyarakat pedesaan tumbuh dan perusahaan juga tumbuh,” ujarnya. (her/kik)
Ilustrasi plutsulbar.blogspot.com































.md.jpg)






